Begini Aksi Saling Sindir Prabowo Vs Jokowi

Begini Aksi Saling Sindir Prabowo Vs Jokowi

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2014 11:43 WIB
Begini Aksi Saling Sindir Prabowo Vs Jokowi
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum memang belum membuka debat terbuka bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun dua pekan terakhir dua kubu yang akan bersaing pada 9 Juli nanti, sudah mulai terlibat 'debat' secara tidak langsung.

Baik dari kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla, saling melemparkan sindiran.

Umumnya dua pasang capres dan cawapres itu saling sindir soal visi misi, komitmen, hingga kostum yang akan mereka gunakan.

Berikut aksi 'debat' alias saling sindir kubu Prabowo Vs Jokowi.


Jokowi Sindir Jabatan Menteri Utama

Tak sari-sarinya capres Jokowi akhir-akhir ini tampil agresif. Mantan Wali Kota Surakarta itu kemarin menyindir beberapa program dari kubu capres Prabowo Subianto.

Salah satunya terkait wacana jabatan menteri utama yang akan diberikan Prabowo kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).

Jabatan diberikan karena Partai Golkar dan Ical telah memberikan dukungan untuk duet Prabowo-Hatta.

"Saya ingin ada menteri senior, menteri utama yang akan bertindak secara profesional mempercepat pembangunan. Alhamdulillah Pak Aburizal Bakrie bersedia. Jadi dengan menteri utama saya merasa sangat terbantu dan saya menjadi sangat optimis," kata Prabowo di kediaman Ical, jalan Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat Senin (19/5/2014) lalu.Β 

Selasa (27/5/2014) kemarin dua kali Jokowi menyindir koalisi yang dibangun atas dasar bagi-bagi kursi menteri.

Sindiran pertama disampaikan saat berpidato di acara Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Saat bertemu dengan grup musik Slank sore harinya, Jokowi kembali menyindir soal jabatan koalisi bagi kursi dan menteri utama.
Β 
"Masa baru ketemu minta wapres, minta menteri nggak usah. Apalagi minta menteri utama," kata Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan Slankers di Gang Potlot, Selasa (27/5/2014) kemarin.

Jokowi Sindir Jabatan Menteri Utama

Tak sari-sarinya capres Jokowi akhir-akhir ini tampil agresif. Mantan Wali Kota Surakarta itu kemarin menyindir beberapa program dari kubu capres Prabowo Subianto.

Salah satunya terkait wacana jabatan menteri utama yang akan diberikan Prabowo kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).

Jabatan diberikan karena Partai Golkar dan Ical telah memberikan dukungan untuk duet Prabowo-Hatta.

"Saya ingin ada menteri senior, menteri utama yang akan bertindak secara profesional mempercepat pembangunan. Alhamdulillah Pak Aburizal Bakrie bersedia. Jadi dengan menteri utama saya merasa sangat terbantu dan saya menjadi sangat optimis," kata Prabowo di kediaman Ical, jalan Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat Senin (19/5/2014) lalu.Β 

Selasa (27/5/2014) kemarin dua kali Jokowi menyindir koalisi yang dibangun atas dasar bagi-bagi kursi menteri.

Sindiran pertama disampaikan saat berpidato di acara Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Saat bertemu dengan grup musik Slank sore harinya, Jokowi kembali menyindir soal jabatan koalisi bagi kursi dan menteri utama.
Β 
"Masa baru ketemu minta wapres, minta menteri nggak usah. Apalagi minta menteri utama," kata Jokowi yang disambut riuh tepuk tangan Slankers di Gang Potlot, Selasa (27/5/2014) kemarin.

Prabowo-Jokowi Saling Klaim Kemeja Putih

Selasa (27/5/2014) kemarin Jokowi seolah ingin 'menantang' debat kubu capres Prabowo Subianto. Setelah menyindir soal koalisi bagi-bagi kursi dan menteri utama, Jokowi juga menyinggung soal kemeja putih.

Pria yang kini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta itu mengklaim, sebagai pihak yang pertama kali mengenakan kemeja putih.

"Kemarin kami pakai putih-putih, eh di sana juga pakai putih. Trend setter-nya kami, sana followernya," kata Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/5) kemarin.

Menanggapi klaim tersebut, kubu Prabowo Subianto bereaksi keras. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon pun menjawab sindiran itu.

"Rupanya @jokowi_do2 kurang informasi. Baju putih itu seragam @Gerindra sejak 2008," kata Fadli dalam akun Twitternya @fadlizon yang detikcom kutip pada Rabu (28/5/2014).

Fadli menegaskan, capresnya, Prabowo Subianto, sudah sejak tahun 2008 pula mengenakan kemeja putih. Fadli menyindir balik Jokowi.

"Jadi sejak itu @Prabowo08 pakai baju putih. Siapa jiplak?" kicau Fadli.

Prabowo-Jokowi Saling Klaim Kemeja Putih

Selasa (27/5/2014) kemarin Jokowi seolah ingin 'menantang' debat kubu capres Prabowo Subianto. Setelah menyindir soal koalisi bagi-bagi kursi dan menteri utama, Jokowi juga menyinggung soal kemeja putih.

Pria yang kini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta itu mengklaim, sebagai pihak yang pertama kali mengenakan kemeja putih.

"Kemarin kami pakai putih-putih, eh di sana juga pakai putih. Trend setter-nya kami, sana followernya," kata Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/5) kemarin.

Menanggapi klaim tersebut, kubu Prabowo Subianto bereaksi keras. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon pun menjawab sindiran itu.

"Rupanya @jokowi_do2 kurang informasi. Baju putih itu seragam @Gerindra sejak 2008," kata Fadli dalam akun Twitternya @fadlizon yang detikcom kutip pada Rabu (28/5/2014).

Fadli menegaskan, capresnya, Prabowo Subianto, sudah sejak tahun 2008 pula mengenakan kemeja putih. Fadli menyindir balik Jokowi.

"Jadi sejak itu @Prabowo08 pakai baju putih. Siapa jiplak?" kicau Fadli.

Kubu Prabowo Sindir Revisi Visi Misi Jokowi

Kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyindir rencana pihak Jokowi - Jusuf Kalla yang akan merevisi visi misi mereka.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan kubu Jokowi-JK yang hendak merevisi penempatan Polri di bawah kementerian.Β 

Menurutnya, visi dan misi tidak perlu direvisi karena seharusnya secara substansial sudah disusun sejak masa Pemilu Legislatif.

"Pertanyaannya, kenapa visi misi harus direvisi? Visi, misi, program sudah built-in dengan kampanye termasuk saat Pileg. Ada hal-hal substansial di visi dan misi tersebut. Misalkan, berpendapat bahwa Polri di bawah Depdagri, kenapa harus direvisi? Itu sudah substansial sekali." kata Fadli.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan visi misi yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum tidak akan direvisi.

"Kami hanya menambahi, jadi ada versi panjang ada versi ringkasnya," kata Hasto.

Kubu Prabowo Sindir Revisi Visi Misi Jokowi

Kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyindir rencana pihak Jokowi - Jusuf Kalla yang akan merevisi visi misi mereka.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan kubu Jokowi-JK yang hendak merevisi penempatan Polri di bawah kementerian.Β 

Menurutnya, visi dan misi tidak perlu direvisi karena seharusnya secara substansial sudah disusun sejak masa Pemilu Legislatif.

"Pertanyaannya, kenapa visi misi harus direvisi? Visi, misi, program sudah built-in dengan kampanye termasuk saat Pileg. Ada hal-hal substansial di visi dan misi tersebut. Misalkan, berpendapat bahwa Polri di bawah Depdagri, kenapa harus direvisi? Itu sudah substansial sekali." kata Fadli.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan visi misi yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum tidak akan direvisi.

"Kami hanya menambahi, jadi ada versi panjang ada versi ringkasnya," kata Hasto.

Adu Ngaji Prabowo Vs Jokowi

Tak hanya Jokowi yang melempar sindiran, cawapres Jusuf Kalla pun tak mau ketinggalan. Politisi yang akrab disapa JK ini menanggapi berbagai isu SARA yang kerap diarahkan ke Jokowi.

Menurut Kalla isu itu perlu diklarifikasi dan kalau perlu ada pertandingan ngaji antar capres.

"Terbuka saja. Pertandingan ngaji sajalah," kata JK di kediaman pendiri Golkar Suhardiman Jalan Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2014).

JK menyebut pertandingan ngaji antar capres itu dapat dilaksanakan seperti di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Sementara kubu Prabowo menyebut seseorang yang tidak suka membaca dan salat tidak layak memimpin Indonesia. Prabowo juga membanggakan partainya dan PKS sebagai partai yang memperjuangkan nasib rakyat.

"Sudah enggak baca dan enggak salat," kata Prabowo saat berbicara di depan kader PKS, Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Prabowo memuji partai yang suka baca seperti PKS, termasuk dengan dengan partainya sendiri.

"Ada partai religius yang enggak suka baca dan partai kebangsaan yang enggak suka baca," ucapnya.

Adu Ngaji Prabowo Vs Jokowi

Tak hanya Jokowi yang melempar sindiran, cawapres Jusuf Kalla pun tak mau ketinggalan. Politisi yang akrab disapa JK ini menanggapi berbagai isu SARA yang kerap diarahkan ke Jokowi.

Menurut Kalla isu itu perlu diklarifikasi dan kalau perlu ada pertandingan ngaji antar capres.

"Terbuka saja. Pertandingan ngaji sajalah," kata JK di kediaman pendiri Golkar Suhardiman Jalan Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2014).

JK menyebut pertandingan ngaji antar capres itu dapat dilaksanakan seperti di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Sementara kubu Prabowo menyebut seseorang yang tidak suka membaca dan salat tidak layak memimpin Indonesia. Prabowo juga membanggakan partainya dan PKS sebagai partai yang memperjuangkan nasib rakyat.

"Sudah enggak baca dan enggak salat," kata Prabowo saat berbicara di depan kader PKS, Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Prabowo memuji partai yang suka baca seperti PKS, termasuk dengan dengan partainya sendiri.

"Ada partai religius yang enggak suka baca dan partai kebangsaan yang enggak suka baca," ucapnya.
Halaman 2 dari 10
(erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads