Mengintip Strategi Prabowo Vs Jokowi, Siapa Paling 'Sakti'?

Mengintip Strategi Prabowo Vs Jokowi, Siapa Paling 'Sakti'?

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2014 08:03 WIB
Mengintip Strategi Prabowo Vs Jokowi, Siapa Paling Sakti?
Jakarta - Laksana sebuah perang, setelah palagan digelar dua pihak yang akan saling berhadapan sibuk mengatur strategi. Itu pula yang kini terjadi di dua kubu calon presiden dan wakil presiden.

Mulai dari membentuk tim pemenangan, gerilya para kandidat ke tokoh ternama, hingga deklarasi dukungan dari pesohor. Strategi ini akan terbukti 'kesaktiannya' pada 9 Juli nanti.

Berikut ini strategi kubu capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Berebut suara Nahdliyin

Dua kubu capres dan cawapres sama-sama memasang tokoh Nahdlatul Ulama di tim pemenangan. Di kubu Prabowo-Hatta misalnya ada Mohammad Mahfud Md sebagai ketua tim pemenangan.

Penempatan Mahfud Md sebagai 'panglima' oleh pasangan yang  diusung koalisi Partai Gerindra, PPP, PAN, PKS, Partai Golongan Karya dan PBB ini untuk memikat suara dari kalangan NU.

Maklum Mahfud yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merupakan tokoh NU dan pernah aktif di PKB.

Di kubu Jokowi-JK tak mau ketinggalan. Duet yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, Partai Hanura dan Partai NasDem ini menggaet Khofifah Indarparawansa.

Khofifah yang kini menjabat sebagai Ketua Muslimat NU diharapkan bisa manarik suara dari kalangan Nahdliyin.

Selasa (27/5/2014) malam di sela acara Rakernas dan Mukernas NU, setengah berbisik Khofifah menjelaskan pada Jokowi tentang pemetaan basis NU dan pendukung Jokowi-JK.

"(Dalam warung yang saya datangi) ada foto Pak Jokowi, JK dan sebelahnya ada saya. Identifikasi saja yang basis. Kalau bukan basis, mboten (tidak). Di beberapa warung sudah setuju mereka (dipasangi atribut)," kata Khofifah pada Jokowi.
 
Ke mana suara kaum Nahdliyin akan mengalir?

Berebut suara Nahdliyin

Dua kubu capres dan cawapres sama-sama memasang tokoh Nahdlatul Ulama di tim pemenangan. Di kubu Prabowo-Hatta misalnya ada Mohammad Mahfud Md sebagai ketua tim pemenangan.

Penempatan Mahfud Md sebagai 'panglima' oleh pasangan yang  diusung koalisi Partai Gerindra, PPP, PAN, PKS, Partai Golongan Karya dan PBB ini untuk memikat suara dari kalangan NU.

Maklum Mahfud yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merupakan tokoh NU dan pernah aktif di PKB.

Di kubu Jokowi-JK tak mau ketinggalan. Duet yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, Partai Hanura dan Partai NasDem ini menggaet Khofifah Indarparawansa.

Khofifah yang kini menjabat sebagai Ketua Muslimat NU diharapkan bisa manarik suara dari kalangan Nahdliyin.

Selasa (27/5/2014) malam di sela acara Rakernas dan Mukernas NU, setengah berbisik Khofifah menjelaskan pada Jokowi tentang pemetaan basis NU dan pendukung Jokowi-JK.

"(Dalam warung yang saya datangi) ada foto Pak Jokowi, JK dan sebelahnya ada saya. Identifikasi saja yang basis. Kalau bukan basis, mboten (tidak). Di beberapa warung sudah setuju mereka (dipasangi atribut)," kata Khofifah pada Jokowi.
 
Ke mana suara kaum Nahdliyin akan mengalir?

Berharap Berkah dari Suara Muhammadiyah.

Jokowi dan Prabowo sama-sama hadir di acara Tanwir Muhammadiyah pada Sabtu (24/5/2014) lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dua kandidat presiden itu secara bergantian diberi waktu berpidato di depan peserta Tanwir. Merekapun menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan visi misi jika nanti terpilih sebagai presiden.

Di antara konsep-konsep yang disampaikan, soal pertanian adalah salah satu yang sama-sama menjadi titik berat program keduanya.

"Problem pertanian kita saat ini tak ada irigasi yang dibangun. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan konversi lahan dari padi, ubi-ubian, dan lainya ini banyak terkonversi ke lainya seperti perumahan dan tambang," kata Jokowi di Hotel Mesra Samarinda, Jl Pahlawan No 1, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Sementara itu di kesempatan berbeda Prabowo lebih menitikberatkan pada investasi pertanian. Menurut dia program tersebut adalah terobosan menuju ekonomi kerakyatan.

"Kalau dalam sistem kita, saya namakan ekonomi kerakyatan. Rp 50 T sama kita, kita bangun 1 juta hektar pertanian. 1 Hektar bisa enam orang pekerja. Dari hulu sampai hilir bisa menciptakan enam orang bekerja jadi dengan investasi yang sama kita bisa hasilkan enam juta orang bekerja," papar Prabowo.

Lalu siapa yang akan menuai berkah dari kalangan Muhammadiyah?

Berharap Berkah dari Suara Muhammadiyah.

Jokowi dan Prabowo sama-sama hadir di acara Tanwir Muhammadiyah pada Sabtu (24/5/2014) lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dua kandidat presiden itu secara bergantian diberi waktu berpidato di depan peserta Tanwir. Merekapun menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan visi misi jika nanti terpilih sebagai presiden.

Di antara konsep-konsep yang disampaikan, soal pertanian adalah salah satu yang sama-sama menjadi titik berat program keduanya.

"Problem pertanian kita saat ini tak ada irigasi yang dibangun. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan konversi lahan dari padi, ubi-ubian, dan lainya ini banyak terkonversi ke lainya seperti perumahan dan tambang," kata Jokowi di Hotel Mesra Samarinda, Jl Pahlawan No 1, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Sementara itu di kesempatan berbeda Prabowo lebih menitikberatkan pada investasi pertanian. Menurut dia program tersebut adalah terobosan menuju ekonomi kerakyatan.

"Kalau dalam sistem kita, saya namakan ekonomi kerakyatan. Rp 50 T sama kita, kita bangun 1 juta hektar pertanian. 1 Hektar bisa enam orang pekerja. Dari hulu sampai hilir bisa menciptakan enam orang bekerja jadi dengan investasi yang sama kita bisa hasilkan enam juta orang bekerja," papar Prabowo.

Lalu siapa yang akan menuai berkah dari kalangan Muhammadiyah?

Adu 'Moncer' Strategi Militer

Purnawirawan TNI yang mendukung Jokowi
Kubu calon presiden dan wakil presiden sama-sama memasang pensiunan jenderal baik dari TNI maupun kepolisian di tim pemenangan.

Di kubu Joko Widodo - Jusuf Kalla misalnya. Selain  nama Jenderal TNI (Purn) Wiranto, ada juga Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, Mantan Kepala BIN Letnan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, dan Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso.

Sementara di kubu Prabowo Subianto ada Jenderal (Purn) George Toisutta mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Sejumlah purnawiran jenderal dipastikan juga merapat ke kubu Prabowo yang mantan Panglima Komando Stretagi Angkatan Darat itu.

Apabila digaetnya para purnawiraan militer itu untuk mengatur strategi pemenangan, siapa yang bakal 'moncer'?

Adu 'Moncer' Strategi Militer

Purnawirawan TNI yang mendukung Jokowi
Kubu calon presiden dan wakil presiden sama-sama memasang pensiunan jenderal baik dari TNI maupun kepolisian di tim pemenangan.

Di kubu Joko Widodo - Jusuf Kalla misalnya. Selain  nama Jenderal TNI (Purn) Wiranto, ada juga Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, Mantan Kepala BIN Letnan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, dan Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso.

Sementara di kubu Prabowo Subianto ada Jenderal (Purn) George Toisutta mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Sejumlah purnawiran jenderal dipastikan juga merapat ke kubu Prabowo yang mantan Panglima Komando Stretagi Angkatan Darat itu.

Apabila digaetnya para purnawiraan militer itu untuk mengatur strategi pemenangan, siapa yang bakal 'moncer'?

Memikat Mantan Peserta Konvensi Demokrat

Sabtu akhir pekan lalu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut bakal ada satu mantan peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat merapat ke kubu Prabowo-Hatta.

"Ada peserta konvensi ingin bergabung dengan tim kampanye nasional (Prabowo-Hatta), beliau tokoh muda NU," kata Fadli Zon di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat Sabtu (24/5/2014).

Sementara di kubu Jokowi-JK, satu peserta konvensi yakni Anies Baswedan bahkan sudah dipasang sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan.

Selain Anies, Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang konvensi Partai Demokrat disebut juga bakal bergabung ke kubu Jokowi-JK.

"Iya Pak Dahlan sudah setuju bergabung, akhir bulan ini deklarasinya," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyato saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/5/2014).

Memikat Mantan Peserta Konvensi Demokrat

Sabtu akhir pekan lalu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut bakal ada satu mantan peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat merapat ke kubu Prabowo-Hatta.

"Ada peserta konvensi ingin bergabung dengan tim kampanye nasional (Prabowo-Hatta), beliau tokoh muda NU," kata Fadli Zon di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat Sabtu (24/5/2014).

Sementara di kubu Jokowi-JK, satu peserta konvensi yakni Anies Baswedan bahkan sudah dipasang sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan.

Selain Anies, Dahlan Iskan yang keluar sebagai pemenang konvensi Partai Demokrat disebut juga bakal bergabung ke kubu Jokowi-JK.

"Iya Pak Dahlan sudah setuju bergabung, akhir bulan ini deklarasinya," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyato saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/5/2014).

Merekrut Artis, Sekadar Pemanis?

Saat Jokowi Datangi Markas Slank
Selasa (27/5/2014) kemarin group musik Slank menyerahkan Revolusi Cinta untuk calon presiden Jokowi,

Revolusi Cinta adalah 5 lembar rekomendasi Slank untuk capres-cawapres Jokowi-JK. Salah satu isinya adalah 46 nama yang dinilai Slank cocok untuk menjadi menteri Jokowi-JK.

"Ada 7 ide buat moral dan 7 ide buat negara dari Slank. Itu yang kita kasih. 5 lembar ada 4 poin, revolusi mental, manifesto Slank, dan dua 7 ide itu," kata Bimbim di markas Slank, Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Walau tak secara terang-terangan mendukung Jokowi-JK, Slank punya alasan sendiri di balik penyerahan revolusi cinta itu ke pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI itu. Menurut Bimbim, Slank melihat bangsa Indonesia membutuhkan capres muda yang lebih fresh.

"Kita butuh capres baru, muda dan fresh. Kita harus mencari dan hati-hati salah memilih. Kita punya pengalaman panjang. Reformasi belum tuntas, kita buka keran kebebasan tapi sudah salah kaprah," ujar Bimbim.

Sebelumnya di kubu Prabowo-Hatta Rajasa sejumlah artis juga mendeklarasikan dukungannya. Antara lain dari Ahmad Dhani yang pernah memimpin grup musik Dewa.

Siapa yang bakal merasakan manisnya dukungan dari para artis?

Merekrut Artis, Sekadar Pemanis?

Saat Jokowi Datangi Markas Slank
Selasa (27/5/2014) kemarin group musik Slank menyerahkan Revolusi Cinta untuk calon presiden Jokowi,

Revolusi Cinta adalah 5 lembar rekomendasi Slank untuk capres-cawapres Jokowi-JK. Salah satu isinya adalah 46 nama yang dinilai Slank cocok untuk menjadi menteri Jokowi-JK.

"Ada 7 ide buat moral dan 7 ide buat negara dari Slank. Itu yang kita kasih. 5 lembar ada 4 poin, revolusi mental, manifesto Slank, dan dua 7 ide itu," kata Bimbim di markas Slank, Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Walau tak secara terang-terangan mendukung Jokowi-JK, Slank punya alasan sendiri di balik penyerahan revolusi cinta itu ke pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI itu. Menurut Bimbim, Slank melihat bangsa Indonesia membutuhkan capres muda yang lebih fresh.

"Kita butuh capres baru, muda dan fresh. Kita harus mencari dan hati-hati salah memilih. Kita punya pengalaman panjang. Reformasi belum tuntas, kita buka keran kebebasan tapi sudah salah kaprah," ujar Bimbim.

Sebelumnya di kubu Prabowo-Hatta Rajasa sejumlah artis juga mendeklarasikan dukungannya. Antara lain dari Ahmad Dhani yang pernah memimpin grup musik Dewa.

Siapa yang bakal merasakan manisnya dukungan dari para artis?
Halaman 2 dari 12
(erd/bil)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini