4 Hal Baru dari Aksi Politik Jokowi

4 Hal Baru dari Aksi Politik Jokowi

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2014 06:34 WIB
4 Hal Baru dari Aksi Politik Jokowi
Jakarta -
Di hari libur nasional Selasa (27/5), capres PDIP Jokowi melakukan sejumlah rangkai kegiatan politik di beberapa tempat. Bertemu dengan cendekiawan, para purnawirawan TNI hingga grup band Slank.

Dalam kunjungannya kemarin, ada hal baru yang dibawa Jokowi saat bertemu relawan dan tim pemenangannya. Berikut hal baru yang dibawa Jokowi yang dirangkum detikcom, Rabu (28/5/2014).

'Baju perang' Jokowi-JK

Memulai kegiatan politiknya, Jokowi-JK memperkenalkan 'baju perang' yang resmi akan mereka gunakan berkampanye. Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan JK berkemeja putih dengan lengan baju yang digulung.

Terkait baju ini, Jokowi sempat menyindir ia mengganti kostumnya karena rival politiknya juga ikut menggenakan kemeja putih seperti yang biasa dikenakannya.

"Ini tidak wajar, biasanya satu pakai jas, yang satunya juga pakai jas, biar katanya serasi. Tapi menurut saya kita harus berani keluar dari kotak pemikiran itu. Saya pakai kotak-kotak yang berbeda kemudian Pak Jusuf Kalla pakai putih, gapapa, tetap serasi," ujar Jokowi saat menyampaikan sambutannya pada Rakernas partai NasDem di Ancol, Jakarta Utara.

'Baju perang' Jokowi-JK

Memulai kegiatan politiknya, Jokowi-JK memperkenalkan 'baju perang' yang resmi akan mereka gunakan berkampanye. Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan JK berkemeja putih dengan lengan baju yang digulung.

Terkait baju ini, Jokowi sempat menyindir ia mengganti kostumnya karena rival politiknya juga ikut menggenakan kemeja putih seperti yang biasa dikenakannya.

"Ini tidak wajar, biasanya satu pakai jas, yang satunya juga pakai jas, biar katanya serasi. Tapi menurut saya kita harus berani keluar dari kotak pemikiran itu. Saya pakai kotak-kotak yang berbeda kemudian Pak Jusuf Kalla pakai putih, gapapa, tetap serasi," ujar Jokowi saat menyampaikan sambutannya pada Rakernas partai NasDem di Ancol, Jakarta Utara.

Bersalawat Sebelum Sambutan

Ada yang berbeda saat Jokowi memberi sambutan di Rakernas partai NasDem di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (28/5/2014). Seolah ingin menepis isu negatif soal agama dan kepercayaannya, Jokowi mengawali sambutannya dengan salam dan shalawat.

"Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi rabbil alamin. Wassalatu wa salamu ala ashrifil anbiya wal-mursalin, nabiyina Muhammad wa ala alihi wa sahbihi ajma in ama ba'du," ujar Jokowi.

Apa yang disampaikan Jokowi itu artinya 'segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya'.

Terkait isu agama itu, Jokwi juga sudah pernah menyatakan bahwa ia adalah bagian dari agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Bersalawat Sebelum Sambutan

Ada yang berbeda saat Jokowi memberi sambutan di Rakernas partai NasDem di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (28/5/2014). Seolah ingin menepis isu negatif soal agama dan kepercayaannya, Jokowi mengawali sambutannya dengan salam dan shalawat.

"Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi rabbil alamin. Wassalatu wa salamu ala ashrifil anbiya wal-mursalin, nabiyina Muhammad wa ala alihi wa sahbihi ajma in ama ba'du," ujar Jokowi.

Apa yang disampaikan Jokowi itu artinya 'segala puji bagi Allah Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya'.

Terkait isu agama itu, Jokwi juga sudah pernah menyatakan bahwa ia adalah bagian dari agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Sindir 'Menteri Utama' Prabowo-Hatta

Tak seperti biasanya yang bersikap kalem, namun kali ini Jokowi menyindir isu pemberian jabatan 'menteri utama' untuk Ketum Golkar Ical oleh Prabowo atas kompensasi ikutnya Golkar untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

Sindiran ini dilontarkannya 2 kali saat di Rakernas NasDem dan kunjungannya ke markas grup musik Slank. Tak hanya itu, ia juga menyinggung Ketum Golkar, Aburizal Bakrie yang meminta jatah kursi saat melobi Megawati untuk bergabung di gerbong Jokowi-JK.

Hal ini juga kembali diutarakan Jokowi saat berkunjung ke markas grup band Slank. Saat disodorkan 46 nama  rekomendasi Slank, Jokowi menolak membeberkan nama tersebut dengan alasan belum ada pembicaraan menteri saat ini.

"Kita nggak membicarakan soal jatah kursi menteri. Kita nggak pernah bicara itu. Masa baru ketemu minta wapres, minta menteri nggak usah. Apalagi minta menteri utama," kata Jokowi di Markas Slank Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Sindir 'Menteri Utama' Prabowo-Hatta

Tak seperti biasanya yang bersikap kalem, namun kali ini Jokowi menyindir isu pemberian jabatan 'menteri utama' untuk Ketum Golkar Ical oleh Prabowo atas kompensasi ikutnya Golkar untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

Sindiran ini dilontarkannya 2 kali saat di Rakernas NasDem dan kunjungannya ke markas grup musik Slank. Tak hanya itu, ia juga menyinggung Ketum Golkar, Aburizal Bakrie yang meminta jatah kursi saat melobi Megawati untuk bergabung di gerbong Jokowi-JK.

Hal ini juga kembali diutarakan Jokowi saat berkunjung ke markas grup band Slank. Saat disodorkan 46 nama  rekomendasi Slank, Jokowi menolak membeberkan nama tersebut dengan alasan belum ada pembicaraan menteri saat ini.

"Kita nggak membicarakan soal jatah kursi menteri. Kita nggak pernah bicara itu. Masa baru ketemu minta wapres, minta menteri nggak usah. Apalagi minta menteri utama," kata Jokowi di Markas Slank Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

Buka Rekening Pemenangan Jokowi-JK

Jokowi-JK juga mengumumkan rekening tabungan untuk membantu biaya pencapresannya. Dana dari rekening tersebut akan digunakan untuk membantu ia dan JK untuk menjadi pemenang.

"Kita akan buka rekening dan menerima sumbangan-sumbangan dari masyarakat. Mau mengirim Rp 1.000 atau Rp 5 juta kita terima," kata Jokowi dalam pidatonya di acara Rakernas Partai NasDem.

Rekening ini baru dibuat Jokowi-JK khusus untuk pemenangan pilpres yakni BRI KC Mall Ambasador nomor rekeningnya 122301000172309 atas nama Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sesuai aturan KPU, untuk individu yang hendak menyumbang hanya diperbolehkan maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan untuk perusahaan maksimal Rp 7,5 miliar.

Buka Rekening Pemenangan Jokowi-JK

Jokowi-JK juga mengumumkan rekening tabungan untuk membantu biaya pencapresannya. Dana dari rekening tersebut akan digunakan untuk membantu ia dan JK untuk menjadi pemenang.

"Kita akan buka rekening dan menerima sumbangan-sumbangan dari masyarakat. Mau mengirim Rp 1.000 atau Rp 5 juta kita terima," kata Jokowi dalam pidatonya di acara Rakernas Partai NasDem.

Rekening ini baru dibuat Jokowi-JK khusus untuk pemenangan pilpres yakni BRI KC Mall Ambasador nomor rekeningnya 122301000172309 atas nama Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sesuai aturan KPU, untuk individu yang hendak menyumbang hanya diperbolehkan maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan untuk perusahaan maksimal Rp 7,5 miliar.
Halaman 2 dari 10
(bil/mpr)


Berita Terkait