“KPAI meminta isu tersebut jadi tema utama dalam pendalaman visi, misi dan program masing-masing capres. Sehingga nanti tergambar sejauh mana arah dan kebijakan bangsa ini akan dibawa,” kata Asrorun dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (27/5/2014).
Kesepahaman ini dibuat ketika Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh bertemu pimpinan KPU untuk mendorong pelaksanaan pilpres ramah anak, di kantor KPU, Senin (26/5/2014) kemarin. Bersama Komisioner Bidang Hak Sipil KPAI, Rita Pranawati, mereka bertemu komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Juri Ardiantoro.
Hal lain yang disampaikan dalam pertemuan itu yakni melakukan koordinasi agar pelaksanaan kampanye dilakukan secara edukatif, tidak menebar kebencian dan caci maki, serta memberi keteladanan yang baik bagi anak.
“Dua indikator besar dalam kampanye ramah anak. Pertama yakni kampanye dilaksanakan dengan edukatif, mengeksplorasi gagasan yang utuh dan implementatif, memberikan keteladanan bagi anak, jauh dari caci maki dan kebencian yg menodai citra demokrasi. Kedua, tidak menyalahgunakan anak dalam kampanye pilpres, dengan memobilisasi serta mempolitisasi anak,” imbuhnya.
Kesepahaman ini masih akan ditindaklanjuti dengan pertemuan khusus sekaligus persiapan pelaksanaan debat capres dan cawapres, pada Rabu (28/5/2014) mendatang. KPU sendiri sedang mempersikan debat capres yang rencananya akan dilakukan selama lima kali sejak 8 Juni hingga 5 Juli mendatang.
(ros/fjp)











































