Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat pembelaan kepada Suryadharma yang hari ini diminta mundur sebagai Menteri Agama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal merugikan Prabowo.
βYa jelas merugikan. Suryadharma Ali itu kan sudah jelas ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Dengan dia bersikeras mendukung (Suryadharma), berarti dia tidak mendukung proses penegakan hukum,β kata Syamsuddin ketika dihubungi detikcom, Senin (26/5).
Prabowo saat berkunjung ke kediaman pengusaha Hary Tanoesoedibjo di Jakarta, Kamis (22/5), mengkritik KPK yang menjadikan Suryadharma sebagai tersangka dan menyatakan tidak percaya Suryadharma bersalah. Pun begitu dengan para elite parpol yang berkoalisi dengan Gerindra.
Syamsuddin menekankan seharusnya Prabowo menyerahkan saja proses penegakan hukum kepada KPK. "Dukungannya terhadap Suryadharma akan membuat citranya buruk di masyarakat."
Di sisi lain, menurut Syamsuddin, tindakan yang diambil oleh Presiden Yudhoyono untuk memanggil Suryadharma ke sudah tepat. βIni bukan masalah politik. Sudah seharusnya presiden melakukan itu,β kata Syamsuddin.
Suryadharma mengundurkan diri dari jabatan Menag setelah dipanggil Presiden terkait dengan penetapannnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana haji yang meliputi sektor pemondokan, transportasi, dan katering. Pengganti Suryadharma di posisi menteri agama selanjutnya akan ditunjuk langsung oleh presiden.
(brn/brn)











































