Anas: Saya Sarankan Istri Mundur dari PT DCL

Sidang Hambalang

Anas: Saya Sarankan Istri Mundur dari PT DCL

- detikNews
Senin, 26 Mei 2014 19:08 WIB
Anas: Saya Sarankan Istri Mundur dari PT DCL
Jakarta - Anas Urbaningrum mengaku menyarankan istrinya Atiyyah Laila mundur dari posisinya sebagai komisaris PT Dutasari Citralaras (DCL). Saran ini disampaikan ke Attiyah karena Anas maju menjadi calon anggota DPR pada tahun 2009.

"Saya merasa cukup optimis akan terpilih karena itu ketika saya terpilih lebih baik istri saya tidak ada dalam perusahaan. Selain itu saya minta istri saya untuk konsentrasi mengurus anak-anak," kata Anas saat bersaksi untuk terdakwa Andi Alifian Mallarangeng di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Menurut Anas, istrinya ikut sibuk membantunya saat kampanye dalam Pemilihan Legislatif 2009. "Kadang-kadang istri saya ikut membantu saya turun ke dapil karena itu maka saya ingat itu awal 2009. Januari mungkin," ujarnya.

Pengunduran diri ini disampaikan Attiyah melalui surat ke PT DCL. "Apakah surat mundur itu diproses atau sudah diproses oleh Pak Machfud atau Pak Ronny atau yang lain saya tidak tahu. Yang pasti sudah mundur awal tahun 2009," ujar dia.

Dirut PT DCL Machfud Suroso dalam persidangan membantah keterangan Ronny Wijaya soal pengubahan akte perusahaan. Machfud menegaskan tidak membuat skenario menyelamatkan istri Anas Urbaningrum, Attiyah Laila dengan cara mengubah kepemilikan saham PT DCL.

"Ibu Attiyah jelas mengundurkan diri dengan surat pernyataan di atas materai. Tidak mungkin saya memerintahkan membuat akte mundur, kesaksian Ronny Wijaya sangat bohong," kata Machfud

Keterangan ini berbeda dengan kesaksian Ronny Wijaya yang menjabat Direktur Keuangan PT DCL pada persidangan pekan lalu (19/5). Dia menyebut bosnya tersebut pernah meminta bantuan mencari notaris mengubah akte perusahaan.

"Setelah kasus Wisma Atlet meledak ada upaya menghilangkan jejak Munadi Herlambang dan Attiyah di Dutasari dengan mencari notaris yang bisa (membuatkan pengubahan akte) mundur tanggalnya," ujar Ronny .

Sebelum diubah, akte perusahaan mencatat kepemilikan saham CCL terdiri dari Machfud sebesar 40 persen, Attiyah dan Ronny masing-masing sebesar 30 persen. Pengubahan dilakukan dengan mencatat kepemilikan saham Attiyah dan Munadi pada perusahaan yang menjadi subkontraktor Hambalang untuk mekanikal elektrikal, dijual pada tahun 2009.uk membantunya saat kampanye dalam Pemilihan Legislatif 2009. "Kadang-kadang istri saya ikut membantu saya turun ke dapil karena itu maka saya ingat itu awal 2009. Januari mungkin," ujarnya.

Pengunduran diri ini disampaikan Attiyah melalui surat ke PT DCL. "Apakah surat mundur itu diproses atau sudah diproses oleh Pak Machfud atau Pak Ronny atau yang lain saya tidak tahu. Yang pasti sudah mundur awal tahun 2009," ujar dia.

Dirut PT DCL Machfud Suroso dalam persidangan membantah keterangan Ronny Wijaya soal pengubahan akte perusahaan. Machfud menegaskan tidak membuat skenario menyelamatkan istri Anas Urbaningrum, Attiyah Laila dengan cara mengubah kepemilikan saham PT DCL.

"Ibu Attiyah jelas mengundurkan diri dengan surat pernyataan di atas materai. Tidak mungkin saya memerintahkan membuat akte mundur, kesaksian Ronny Wijaya sangat bohong," kata Machfud

Keterangan ini berbeda dengan kesaksian Ronny Wijaya yang menjabat Direktur Keuangan PT DCL pada persidangan pekan lalu (19/5). Dia menyebut bosnya tersebut pernah meminta bantuan mencari notaris mengubah akte perusahaan.

"Setelah kasus Wisma Atlet meledak ada upaya menghilangkan jejak Munadi Herlambang dan Attiyah di Dutasari dengan mencari notaris yang bisa (membuatkan pengubahan akte) mundur tanggalnya," ujar Ronny .

Sebelum diubah, akte perusahaan mencatat kepemilikan saham CCL terdiri dari Machfud sebesar 40 persen, Attiyah dan Ronny masing-masing sebesar 30 persen. Pengubahan dilakukan dengan mencatat kepemilikan saham Attiyah dan Munadi pada perusahaan yang menjadi subkontraktor Hambalang untuk mekanikal elektrikal, dijual pada tahun 2009.


(fdn/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads