"Ya karena kita nggak mau asal. Syarat semen kering itu harus di bawah 10 jam. Kita tidak mau yang menang semen itu asal. Spesifikasi semen betonnya itu harus 7 jam kering," jelas Wagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) saat ditanya tentang perbaikan busway.
Hal itu disampaikan Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014). Ahok mengatakan pembetonan memakai semen khusus yang cepat kering agar tak berpotensi macet.
"Ya semen khusus. Kalau nggak, Jakarta akan macet. Pakai semen biasa itu kelar 2 minggu. Ya dua minggu jalur busway, matilah kita," jelas Ahok.
Contoh semen yang kering di bawah 10 jam itu, menurut Ahok, sudah dipakai pada perbaikan jalan di bawah terowongan Manggarai.
Semua koridor busway akan menjadi prioritas perbaikan.
"7 Jam kering. Misalnya jam 10 malam kerja jam 6 pagi sudah bisa diinjak," jelas dia.
Anggarannya, Pemprov DKI menganggarkan Rp 2,9 triliun sampai tahun 2015.
"Kita sampai 2015 diperkirakan sampai hampir Rp 2,9 triliun. Untuk seluruh busway bikin bonus nggak ada goyang. Makanya kita hajar yang kuat sampai 12 ton. Harus ada garansi juga 5 tahun," tuturnya.
(nwk/nrl)











































