Jokowi-JK Berjanji Tak Gunakan Isu Agama sebagai Alat Kampanye

Jokowi-JK Berjanji Tak Gunakan Isu Agama sebagai Alat Kampanye

- detikNews
Senin, 26 Mei 2014 13:09 WIB
Jokowi-JK Berjanji Tak Gunakan Isu Agama sebagai Alat Kampanye
Jakarta - Tim pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla berjanji tidak akan menggunakan isu agama menjadi alat kampanye. Juru Bicara PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi-JK menempatkan agama sebagai sumber moral kebajikan, tuntutan perilaku, dan inspirasi.


"Karena itulah agama tidak pernah ditempatkan sebagai alat politik. Agama terlalu agung dan suci serta kurang elok kalau hanya menjadi alat kampanye," kata Hasto saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/5/2014).


Hasto yang juga juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK ini kemudian menyindir tim sukses salah satu calon presiden yang seolah menampilkan diri sebagai sosok beriman. Padahal dalam kesehariannya tim tersebut kurang rajin bersembahyang.


"Pak JK sebagai Ketua Dewan Masjid se Indonesia kan memiliki mata dan telinga, mana cawapres yang rajin bersembahyang di Masjid, dan mana yang hadir hanya menjelang pendaftaran capres," kata Hasto.


Sejak Sabtu akhir pekan lalu beredar pesan berantai berisi pembelaan capres Jokowi atas berbagai tuduhan. Seperti Jokowi yang dianggap sebagai antek zionis, antek Amerika, antek Cina, dan antek Mafia. Mantan Wali Kota Surakarta itu juga diragukan soal keislamannya.

"Jokowi antek Zionis, antek Amerika, antek Cina, dan antek Mafia. Jawabanku: “Jokowi ANTEK Pancasila dan ANTEK Rakyat,” tulis pesan yang berdar itu seperti dikutip detikcom, Senin (26/5/2014).


Hasto memastikan bahwa pesan berantai itu bukan dari Jokowi. "SMS itu bukan dari Pak Jokowi. Bagi Pak Jokowi, agama ditempatkan pada hal yang penuh keagungan, suci, dan membawa nilai-nilai kemaslahatan bagi umat beriman," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/5/2014).

(erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads