PT KCJ Akan Beli 176 Unit Kereta Dari Jepang Agustus 2014

PT KCJ Akan Beli 176 Unit Kereta Dari Jepang Agustus 2014

- detikNews
Senin, 26 Mei 2014 12:34 WIB
Jakarta - PT KAI Commuter Jakarta (KCJ) sebagai operator KRL Commuter Line akan membeli 176 unit kereta lagi dari Jepang. Kereta itu akan datang secara bertahap mulai Agustus 2014.

"‪Dibeli dari Jepang, seri 205 dan 204. Kemungkinan akan tiba di Jakarta sekitar Agustus. 176 unit akan tiba secara bertahap," kata Direktur Operasi PT KCJ Apriono Cresnanto di kantornya, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014).

Kereta baru ini akan menambah jumlah rangkaian KRL menjadi 9 hingga 10 gerbong. Hal ini dilakukan karena terjadi penambahan jumlah perjalanan KRL pasca rampungnya 2 jalur rel utara kereta api ke daerah.

"Sekarang 600 ribu penumpang KRL per hari. Diharapkan bertambah menjadi 630 ribu sampai 650 ribu penumpang sehari," kata Apriono.

Pihak KCJ sudah membeli 488 unit KRL dari Jepang sepanjang lima tahun terakhir. 176 Rangkaian yang akan datang juga dibeli dari Jepang, penambahan ini karena ada peningkatan jumlah penumpang khususnya dari Bogor-Jakarta.

"Pembelian tetap dari Jepang. Selama ini terjadi kalau menambah perjalanan pasti menambah penumpang," ujar Apriono.

Sementara itu, kapasitas angkut pada rangkaian Bogor-Jakarta yang bertambah membuat KCJ mengoperasikan 9 rangkaian yang memiliki formasi 10 gerbong setiap rangkaiannya. Sehingga daya angkut bertambah sebesar 25 persen.

Kenaikan jumlah penumpang juga terjadi dari Tangerang-Jakarta dan Bekasi-Jakarta namun belum signifikan. KCJ juga menambah jumlah perjalanan KRL menjadi 645 perjalanan tiap harinya.

Penambahan jumlah perjalanan itu membuat jadwal KRL maju satu jam menjadi 04.00 WIB hingga 23.30 WIB. Durasi kereta tiba di tiap stasiun menjadi lebih singkat, sekitar 5-6 menit.

"Dengan selesainya rel ganda, waktu tempuh kereta api jarak jauh dari maupun menuju Jakarta melalui jalur utara dipersingkat. Perubahan ini mendesain perjalanan kereta api agar mengurangi antrean KRL dan kereta jarak jauh," ujar Apriono.

(vid/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads