Ihwal kemunculan hewan diduga beruang dilaporkan beberapa warga ke pemerintah desa setempat. Ada mengaku melihat hewan bertubuh besar dan berwarna hitam tengah mencakar-cakar pohon pisang, Jumat (16/5/2014). Ada juga yang memergoki hewan tersebut tengah beristirahat di dekat pohon besar.
Lokasi kemunculan hewan tersebut cukup jauh dari permukiman dan hutan. Sedangkan waktu kemunculannya siang dan sore. Meski belum bisa dipastikan hewan yang dipergoki itu adalah beruang, warga resah beraktivitas di ladang.
Pihak pemerintah desa menghubungi Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Dengan membawa kandang, petugas BKSDA datang ke lokasi. Mereka meneliti 'jejak' hewan yang diduga beruang seperti pohon pisang yang roboh dan bagian batangnya terkoyak.
"Tidak ada jejak kaki, soalnya (kemunculan hewan) dilaporkan sepekan setelah berada di lokasi. Jejak terhapus air hujan," kata oordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Wilayah Konservasi II Cilacap-Pemalang, Rahmat Hidayat, Kamis (22/5/2014).
BKSDA memastikan Banyumas bukan habitat beruang. Tidak ada sumber makanan di situ. Sehingga jika benar hewan yang dipergoki warga adalah beruang, maka kemungkinan hewan itu peliharaan orang.
Menurut petugas BKSDA, bekas cakaran di pohon pisang memang seperti cakaran beruang. Namun karena data pendukung minim, mereka belum bisa memastikan hewan yang meresahkan warga itu adalah beruang. Yang jelas, sejak diburu warga dan petugas BKSDA, hewan diduga beruang itu tidak muncul lagi hingga saat ini. Masih belum terkuak, benarkah hewan tersebut adalah beruang?
(try/rvk)











































