Cari Simpati Rakyat, Jokowi-JK akan Tempatkan Polri di Bawah Kementerian

Cari Simpati Rakyat, Jokowi-JK akan Tempatkan Polri di Bawah Kementerian

- detikNews
Minggu, 25 Mei 2014 14:36 WIB
Cari Simpati Rakyat, Jokowi-JK akan Tempatkan Polri di Bawah Kementerian
Jokowi dan JK (Hasan/ detikcom)
Jakarta - Rencana Joko Widodo dan Jusuf Kalla menata ulang kewenangan Kepolisian RI jika mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden sebagai upaya mencari simpati rakyat untuk memenangkan pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 mendatang. Terpenting adalah realisasi dari janji tersebut.

"Rencana pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menempatkan Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri, bukanlah ide baru. Sejak beberapa tahun lalu terutama melihat banyaknya persoalan yang terkait dengan Polri baik internal dan terutama eksternal, usulan tersebut digulirkan berbagai pihak. Cuma sampai sekarang belum terwujud," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat dimintai tanggapan, Minggu (25/5/2014), mengenai rencana itu

Di sisi lain, lanjut Aqua yang pernah mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, sampai sekarang dengan berbagai alasan, masih banyak jajaran Polri terutama di level perwira tinggi yang menentang rencana Polri di bawah Kementerian. Mereka umumnya merasa nyaman institusi tersebut langsung di bawah presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara "saudara tuanya" yakni TNI, telah lama berada di bawah Kementerian Pertahanan. Melihat hal itu, sudah selayaknya Polri di bawah salah satu Kementerian misalnya Kementerian Dalam Negeri.

Aqua yang juga kandidat doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini menilai bahwa merupakan keputusan yang cerdas dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk memasukkan rencana itu dalam visi misi mereka. Diharapkan dengan adanya itu, banyak rakyat Indonesia yang memilih mereka.

"Dari visi misi yang disampaikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, terpenting adalah realisasi dari janji tersebut. Jika mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, rakyat pasti menuntut agar semua janji mereka termasuk Polri di bawah Kementerian, diwujudkan," ungkap Aqua.

Aqua yakin sebelum visi misi itu disampaikan ke publik, Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah lebih dulu mendiskusikannya dengan beberapa jenderal polisi baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun. Bukan rahasia lagi bahwa ada sebagian purnawirawan jenderal polisi dan yang masih aktif mendukung kedua pasangan tersebut.

Dalam pengamatan Aqua, selama ini masyarakat berharap polisi berubah terutama mengeliminir perilaku negatif anggotanya. Sejak berpisah dari Departemen Pertahanan dan Keamanan pada tahun 2000 sampai sekarang ini, Polri sudah berusaha tampil lebih baik. Namun belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Gambaran tentang kinerja Polri dan perilaku anggotanya dapat dilihat secara nyata dan obyektif dari berbagai pemberitaan di media-media yang kredibel seperti dotcom, media cetak, dan media elektronik. Setiap harinya selalu ada berita tentang Polri baik yang positif maupun negatif.

"Dengan berada dibawah Kementerian, diharapkan Polri lebih profesional dan tidak menjadi alat kekuasaan. Apalagi hal seperti ini sudah dilakukan di negara-negara besar di antaranya di Amerika, Australia, dan China," jelas Aqua yang lima tahun terakhir intens mengamati dan mendalami kepolisian.

(mpr/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads