"Memang akhirnya saya cenderung menjatuhkan pilihan dan mendukung Prabowo-Hatta," ujar Ali saat berbincang dengan detikcom, Minggu (25/5/2014).
Ali membeberkan tiga hal hingga akhirnya sebelum menjatuhkan pilihannya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pertama kata Ali, visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sesuai dengan visi dan misinya saat menjadi peserta konvensi capres Partai Demokrat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, lanjut anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini, sebagai warga NU, tentunya akan melihat sejauh mana nasionalisme kedua pasangan capres yang saat ini bertarung sesuai dengan prinsip-prinsip kenegaraan NU. Karena bagi NU, kata dia, NKRI dan negara kebangsaan adalah prinsip yang tidak boleh diganggu gugat.
"NKRI adalah harga mati bagi NU. Masih mengenai NU, tentu saya akan melihat mayoritas warga NU itu menjatuhkan pilihannya kepada siapa. Di situlah saya akan menentukan pilihan," imbuhnya.
"Ketiga, hati nurani adalah penentu pilihan saya. Dalam beberapa pandangan dan pidato kedua pasangan capres itu, hati saya bergetar, ketika bicara tentang masa depan Indonesia. Karena pertimbangan itulah, saya cenderung menjatuhkan pilihan kepada Prabowo-Hatta," tegasnya.
Namun demikian, untuk memantapkan pilihannya, Ali menuturkan akan meminta restu kepada sejumlah kyai NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Hari ini saya akan roadshow meminta izin kepada beberapa kyai di sana," pungkasnya.
(rmd/dha)











































