Ketua Umum GP Anshor Nusron Wahid menjelaskan ada dua alasan kenapa pemuda NU mendukung Jokowi-JK. Pertama, pemuda NU menghargai orang yang sudah berbuat secara konkret kepada bangsa Indonesia.
"Meski kecil, sejak jadi walikota, gubernur, Pak Jokowi kerjanya konkret. Tidak banyak retorika, tapi kerja, kerja dan kerja," kata Nusron kepada detikcom, sabtu (14/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Mahfud MD secara pribadi mendukung Prabowo, Nusron yakin warga NU sudah cerdas dan akan memilih pasangan capres yang ada sentimen ke-NU-annya.
"Kita milih capres dan cawapres, bukan memilih tim sukses. Beda dong. Kalau tim sukses bekerja untuk kepentingan orang lain, bukan untuk kepentingan NU. Kalau memilih kader NU kan demi kepentingan jamaah NU. Adalah aneh kalau ada tokoh dan pimpinan NU yg mengajak untuk memilih orang lain, bukan memilih kader sendiri," terangnya.
"Kita hormati ijtihad politik Pak Mahfud, saya yakin ijtihad itu tidak akan diikuti warga. Sebab sudah cerdas dan bisa membedakan mana yang NU sejati, mana yang menjadi NU menjelang Pilpres," imbuh peraih suara terbanyak dari Golkar ini.
(fiq/rmd)











































