"Jika menjadi takdir Allah dan jadi Presiden, Muhammadiyah sesuai dengan Tanwir 2012 mengharapkan pemimpin nasional yang merupakan solidarity maker. Bukan hanya pemimpin bagi partainya saja," kata Din di Hotel Mesra Samarinda, Jl Pahlawan No 1, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).
Pesan yang kedua adalah, siapapun yang menjadi pemimpin harapannya dapat menjadi pemecah masalah, bukannya lari dari masalah. Kemudian yang ketiga adalah harus berani untuk tidak populer.
"Ketiga menjadi risk taker. Mau mengambil risiko untuk tak takut tidak populer. Kemudian yang paling penting adalah yang bermoral. Kalau korupsi melilit, maka sukar kita harapkan perwujudan konkret," tutur Din melengkapi pesan.
Selain berpesan kepada Jokowi dan Prabowo, Ketua MUI ini pun berpesan ke masing-masing tim sukses. Dia berharap tidak ada saling menjelekkan antara keduanya.
"Saya pesankan ke timses bapak, untuk bisa mengamalkan prinsip bersaing secara sehat. Kami dorong untuk ada perdebatan konsep, bukan hanya kampanye," imbuh Din.
(bpn/trq)











































