"Kita mintakan keduanya siap tak direcoki partai. Kita harapkan kedua capres mewakafkan diri untuk negara dan bangsa," kata Siti Zuhro usai diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (24/3/2014).
Menurut Siti, hal itu penting agar tak ada konflik kepentingan antara posisi sebagai kepala negara dengan pimpinan parpol, seperti terjadi pada pemerintahan saat ini. Tak hanya soal konflik kepentingan, tapi juga sorotan atas dinasti.
"Kalau jadi presiden betul-betul mau berkorban, tidak membangun dinasti dan istana sendiri hanya untuk mempertahankan kekuasaan," ujarnya.
"Pemilu ini cukup jadi pengalaman dan contoh-contoh yang tak perlu diulang," tambah Siti.
Bagi Siti, jika sudah menjadi presiden dan wakil presiden, maka tak ada urusan dengan partai secara struktural. "Begitu menjadi cawapres saya tak lagi jadi dewan pembina," ujarnya mencontohkan.
"Kita mintakan ada deklarasi capres tak akan rangkap jabatan, kalau nggak mau jangan dipilih," tegasnya.
(iqb/trq)











































