Hashim yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menilai isu itu tak lebih dari tuduhan yang tak berdasar. Isu itu disebutnya sudah bergulir sejak belasan tahun lalu.
"Itu fitnah dari tahun 2000. Sudah dibantah berulangkali," kata Hashim kepada detikcom, Sabtu (24/5/2014).
Hashim pernah diwawancara media Belanda, NRC, soal status kewarganegaraan kakaknya. Dalam wawancara tersebut, Hashim menuturkan memang pernah ada tawaran kewarganegaraan dari almarhum Raja Hussein, namun ditolak oleh Prabowo.
Hashim menegaskan, Prabowo hanya punya satu kewarganegaraan dan belum pernah punya kewarganegaraan lain, kecuali Indonesia. "Betul," tegas Hashim.
Permasalahan kewarganegaraan memang vital bagi seorang capres yang tengah maju di 2014 ini. Sebab, Undang-undang Pilpres Nomor 42 Tahun 2008 mensyaratkan capres adalah Warga Negara Indonesia yang tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendak sendiri.
(dnu/trq)










































