Depag Jamin Kembalikan Uang Sisa Jemaah Haji
Senin, 20 Des 2004 16:20 WIB
Jakarta - Departemen Agama menjamin akan membayarkan kelebihan sisa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) kepada sekitar 30 ribu jemaah yang batal berangkat haji pada musim haji tahun 2004 kemarin. Sebanyak 29.974 jemaah tersebut merupakan calon jemaah haji tunda yang berangkat tahun 2005 yang akan datang.Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji,H.Tulus kepada wartawan dalam jumpa pers di Kantor Depag, Jl.Lapangan Banteng Barat,Jakarta, Senin (20/12/2004). "Hari ini tertanggal 20 Desember 2004 kita sudah mengirimkan Surat Edaran No.Dt.I.V/6/Hj.00/4723/2004 kepada seluruh Kanwil Depag Provinsi di Indonesia dan kepada seluruh bank yang bersangkutan dengan penerimaan haji thn 2004 lalu," kata Tulus.Menurut Tulus, pemerintah dalam hal ini Depag telah menetapkan kebijakan bahwa jemaah haji yang tertunda keberangkatannya thn 2004 secara otomatis menjadi calon jemaah haji thn 2005 bila tidak membatalkan diri."Apabila BPIH tahun 2005 lebih tinggi maka tidak dikenakan biaya tambahan.Tapi bila BPIH lebih rendah maka calon jemaah haji tersebut akan memperoleh pengembalian," ujar Tulus. Sesuai perhitungan, BPIH tahun 2005 ternyata lebih rendah dari tahun 2004. "Terdapat kelebihan sebesar $6,77 dan Rp 4234,00 yang akan diberikan kepada masing-masing jemaah haji yang tertunda tersebut," jelas Tulus.Tulus juga menyatakan Depag menjamin transparansi pengembalian uang sisa tersebut."Apabila ada bank yang mempersulit atau tidak membayar kelebihan sisa para jemaah tunda tersebut, maka kita jelas akan melakukan teguran," kata Tulus. Ahli Waris Korban Mina DiberangkatkanSementara itu Tulus juga menerangkan bahwa pada musim haji tahun 2005 nanti Depag akan memberangkatkan 168 orang jemaah yang merupakan ahli waris dari 56 orang korban meninggal pada musibah Mina tahun 2004 lalu. Seluruh biaya jemaah tersebut ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi."Pemerintah Arab Saudi akan membayar seluruh biaya dari keluarga 56 orang korban yang meninggal di Mina, masing-masing untuk 3 orang ahli warisnya. Jumlah 168 orang ini di luar kuota jemaah haji Indonesia sebanyak 205.000 orang," demikian H.Tulus.
(ast/)











































