"Hari ini mulai pukul 16.00 WIB status Merapi turun dari waspada menjadi normal," kata Kepala Badan Geologi Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr Surono melalui pesan singkatnya.
Menurutnya penuruan status ini dilakukan setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melakukan evaluasi secara keseluruhan.
Dalam surat yang diedarkan kepada berbagai instansi terkait, ada lima poin. Pertama, kegempaan menurun baik jumlah maupun jenisnya. Jenis gempa yang terjadi MP (multiphase), guguran dan tektonik dengan rata-rata rendah. Sementara gempa vulkanik LF dan LHF sebagai indikasi awal terjadinya letusan minor/kecil sudah tidak terjadi lagi.
Kedua, data deformasi baik EDM, GPS maupun tilt masih stabil dan tidak terjadi inflasi. Ketiga, suara gemuruh dan dentuman tidak terdengar dalam 2 minggu terakhir.
Keempat, disimpulkan aktivitas Merapi turun dari "Waspada" menjadi "Normal" sejak 23 Mei 2014 pukul 16.00 WIB.
Selanjutnya, kelima direkomendasikan untuk pendakian hanya sampai Pasar Bubar atau sekitar 2.500 mdpl di luar radius 1 km dari puncak.
(bgs/mpr)











































