Masuknya Nusron Wahid ke barisan pendukung Jokowi-JK memang cukup mengagetkan. Sebab Ketua GP Ansor ini berjuang mati-matian membesarkan Golkar di Pileg lalu, dia meraih 243.021 suara atau tertinggi di Golkar. Namun Nusron menampik manuvernya yang terkesan 'mbalelo' dari arahan Ketum Golkar ke Prabowo-Hatta didasari ambisi jadi menteri.
Politisi 40 tahun kelahiran Kudus ini lantas mengungkap alasan mendukung Jokowi-JK yaitu membela ukhuwah NU.
"Nggak. Nggak mau komentar soal begituan (jadi menteri). Kita ini bekerja membela apa yang kita yakini saja," kata Nusron kepada detikcom, Jumat (23/5/2014).
Nusron memang telah menyatakan dukungan ke Jokowi-JK. Dia bahkan mendampingi Jokowi-JK saat deklarasi di Gedung Joang, Jakarta beberapa hari lalu. Alasan dia mendukung Jokowi-JK antara lain karena merasa sesama orang NU dengan JK.
"Yang kedua saya orang Golkar, Pak JK mantan Ketua Umum Golkar, ya saya solidaritas. Di sana (Prabowo-Hatta) nggak ada orang Golkar dan nggak ada orang NU. Itu saja pertimbangannya," kata anggota DPR 2009-2014 ini.
Lalu akankah Nusron masuk kabinet Jokowi-JK?
(van/nrl)











































