Filipina Selidiki Info Kematian Pemimpin Abu Sayyaf
Senin, 20 Des 2004 15:30 WIB
Jakarta - Otoritas Filipina saat ini tengah menyelidiki laporan intelijen bahwa pemimpin gerakan Abu Sayyaf telah tewas dalam sebuah gempuran udara. Demikian disampaikan seorang pejabat militer Filipina, hari Senin ini.Salah seorang "informan" militer mengklaim bahwa pemimpin Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani terbunuh dalam serangan udara yang dilancarkan militer terhadap persembunyian militan di dekat kota Datu Piang di pulau Mindanao, Filipina selatan.Demikian disampaikan Kolonel Jerry Jalandoni, pimpinan Angkatan Darat di daerah tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/12/2004). Dijelaskannya, gempuran tersebut dilakukan pada 19 November saat Janjalani melakukan pertemuan dengan anggota-anggota kelompok Jemaah Islamiyah."Mereka sedang mengadakan pertemuan dengan kelompok JI yang terlibat dalam pengeboman Bali tahun 2002," tukas Jalandoni menyinggung serangan bom di Kuta, Bali yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia."Informan kami mengatakan bahwa jenazahnya diletakkan dalam sebuah kantong plastik dan kemudian dimasukkan ke kotak kayu," tutur Jalandoni. "Ini berdasarkan laporan di lapangan. Kami punya informan. Dia mengatakan bahwa Janjalani sudah pasti meninggal," imbuhnya.Jenazahnya diduga telah dikuburkan di kota terdekat, Mamasapano. "Kami masih melakukan pencarian masiv di daerah tersebut. Kami harus menemukan jenazahnya," kata Kolonel Jalandoni.Abu Sayyaf merupakan kelompok radikal yang dituding mendalangi serangkaian aksi penculikan dan serangan bom di Filipina pada beberapa tahun terakhir. Kelompok tersebut oleh pemerintah Manila dituding terkait dengan gerakan al Qaeda pimpinan Osama bin Laden.
(ita/)











































