Pembunuhan Sadis, Pemimpin Aliran Sesat Sumarna Dipenjarakan hingga Mati

Pembunuhan Sadis, Pemimpin Aliran Sesat Sumarna Dipenjarakan hingga Mati

- detikNews
Jumat, 23 Mei 2014 11:03 WIB
Pembunuhan Sadis, Pemimpin Aliran Sesat Sumarna Dipenjarakan hingga Mati
Jakarta - Pemimpin aliran sesat di Sukabumi, Jawa Barat, Sumarna (44) akhirnya dipenjarakan hingga mati. Sumarna dihukum seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana dan sadis terhadap Endin pada Agustus 2012 lalu.

Sumarna merupakan pimpinan sekte Toriqoh Atijani Mutlak Cimahi yang bermarkas di Kampung Cisalopa, Desa Bojongtipar, Jampang Tengah, Sukabumi. Salah satu ajaran yang membuat geger warga yaitu Kiamat akan datang pada 17 Agustus 2012 pukul 02.00 WIB.

Dalam menghabisi nyawa Endin, Sumarna mengajak belasan anak buahnya. Rencana dilaksanakan pada 12 Agustus 2012 dengan menghentikan Endin yang tengah mengendarai sepeda motor. Setelah berhenti, komplotan itu menyuntikan obat bius ke leher Endin. Setelah terjatuh, tuuh Endin dianiaya, dipukul serta diinnjak-injak jemaah dengan kondisi Endin dicekik hingga meninggal dunia.

Setelah itu, Endin dikubur beserta sepeda motornya untuk menghilangkan jejak. Sepekan setelahnya, masyarakat dan polisi membongkar kuburan dan menemukan korban dalam posisi telungkup menggunakan celana pendek, kaos dan jaket hitam dalam keadaan mulai membusuk.

Atas hal itu, Sumarna pun diajukan ke pengadilan. Adapun pengikutnya yang ikut membunuh diadili dalam berkas terpisah. Pada 16 April 2013, Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup. Vonis ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung 26 Juni 2013. Lamanya hukuman itu sesuai tuntutan jaksa. Tidak terima, Sumarna lalu mengajukan kasasi.

"Menolak permohonan kasasi Sumarna," putus majelis kasasi seperti dilansir website MA, Jumat (23/5/2014).

Duduk sebagai majelis hakim Andi Abu Ayub Saleh sebagai ketua dengan anggota Sofyan Sitompul dan Syarifuddin. Dalam musyawarah yang digelar 9 Oktober 2013, ketiganya meyakini Sumarna melakukan pembunuhan berencana bersama orang lain.

(asp/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads