"Saya rasa sudah tidak ada waktu lagi untuk membicarakan masalah itu. Karena sekarang kita fokus memenangkan Prabowo-Hatta (pasangan capres-cawapres Gerindra)," tutur Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Setya menegaskan, Ical sudah ditetapkan menjadi Ketua Umum Golkar hingga 2015 lewat Munas di Riau pada 2009. Namun sesungguhnya wacana percepatan Munas ini juga sempat dicuatkan saat Rapimnas 18 Mei 2014 kemarin.
Terakhir, gagasan ini muncul dalam pertemuan yang diprakarsai tiga Ormas sayap pendiri Golkar, yakni Soksi, MKGR, dan Kosgoro. Pertemuan ini dihelat di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (21/5) malam.
"Kami ingin segala sesuatunya sesuai AD/ART, termasuk masa jabatan dan periodisasi lima tahun, berarti tahun ini diadakan (Munas). Ini sudah diingatkan, kalau tidak dilakukan pada waktunya, legitimasinya dipertanyakan dan menimbulkan pertanyaan," kata Agung Laksono usai pertemuan itu.
(dnu/brn)











































