"Tiga hari terakhir ini pikiran berkecamuk dihadapkan pada pilihan yang sulit sejak berbicara dengan Pak Prabowo dan Hatta Rajasa dan pimpinan Gerindra lainnya, yang menawarkan saya menjadi ketua tim pemenangan nasional," kata Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor MMD Initiative, Jl Dempo No 3, Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014).
Mahfud mengaku kebanjiran pertanyaan, pernyataan, dukungan, sampai kritik tajam. Akhirnya Mahfud pun memilih meminta masukan para kyai-kyai sahabat dan gurunya.
"Saya pribadi memang pernah mengiyakan menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, tetapi saya perlu beberapa hari untuk menyatakan iya atau tidak sampai setelah saya mendapatkan masukan dari para kyai sesuai tradisi kepesantrenan yang saya taati," kata Mahfud.
Mahfud lantas melakukan safari mengunjugi para kyai yang selama ini menjadi guru dan penasihatnya. Isu dia didaulat jadi ketua tim Prabowo-Hatta menyeruak tanpa bisa ditutup-tutupi.
"Tanggapan pro kontra mengalir deras, ada yang menyambut gembira dan menunggu komando, ada yang mengecam keras, semua masukan saya terima," kata tokoh yang sempat disebut sebagai cawapres Jokowi ini.
"Masukan itu ada yang panas, ada yang dingin dan ada juga yang mengharukan. Saya sungguh galau, saya bersama tim saya menangis. Kita yang selama ini berjuang dalam suka dan duka dan satu fokus ternyata dihadapkan pada dilema yang begitu rumit," lanjutnya.
Kala Mahfud galau, masukan dari para kyai terus berdatangan. Sejumlah kyai mendorong Mahfud menerima tawaran Prabowo, tapi tak sedikit yang menyarankan dia menjadi negarawan dan tidak mengambil peran itu.
"Saya sendiri serba dilematis. Masak negarawan atau guru bangsa mau memihak dalam Pilpres. Tapi saya segera menyadsari saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai negarawan saya tdiak pernah menyebut diri saya guru bangsa, terlalu tinggi bagi saya," kata Mahfud.
Akhirnya Mahfud sampai pada satu kesimpulan bahwa antara jalan agama dan politik adalah satu kesatuan. Menurut Mahfud, memperjuangkan kebaikan agama dan memiliki kekuatan politik adalah saudara kembar.
"Saya memutuskan untuk berjuang menegakkan kebenaran dan akhlak dengan mendukung dan menjadi ketua pemenangan nasional pasangan capres Prabowo-Hatta," kata Mahfud.
Namun, menurut Mahfud, pasangan capres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK adalah sama baiknya karena sama-sama merupakan produk pilihan rakyat melalui berbagai survei dan keputusan politik. Pasangan Jokowi-JK merupakan pasangan baik yang harus kita hormati, demikian pula pasangan Prabowo-Hatta juga baik karena dipilih melalui parameter yang sama.
"Tak ada seorang pun yang berhak mengklaim bahwa satu pasangan yang berhak dipilih. Tak ada pasangan yang haram untuk dipilih. Kedua pasangan punya kelebihan dan kelemahan masing-masing," kata Mahfud.
Menurut Mahfud saat ini tim sukses kedua capres harus bekerja keras meyakinkan rakyat. Pada akhirnya rakyat yang paling berhak menentukan kepada siapa kepercayaan memimpin bangsa ini diberikan.
"Biarlah rakyat menentukan pilihannya. Dengan demikian perjuangan tim pemenangan harus merebut hati dan meyakinkan rakyat Indonesia bahwa pihaknyalah yang bisa dititipi kepercayaan. Terserah rakyat mau percaya yang mana dan mau memilih yang mana," tegas menteri di era Gus Dur.
"Dengan membaca bismillahirrohmanirrohim, saya memulai berjuang bersama pasangan Prabowo-Hatta dengan memimpin tim nasional pemenangan pasangan tersebut," pungkasnya.
(van/try)











































