"Saya rahasiakan (berapa jumlah korban yang lapor-red). Orangtuanya bilang ini confidential sekali. Bule semua yang lapor," ujar advokat kondang, Otto Cornelis Kaligis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Dalam laporan ke Bareskrim Polri, disebut ada pelaku lain. Di luar petugas cleaning service PT ISS, sebagaimana yang sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya.
"Jadi ada yang diperiksa di Mabes, mereka sudah tahu (pelakunya-red). Jadi bukan cuma outsourcing. Saya tidak mau bilang (berapa jumlah anak yang lapor-red)," imbuhnya.
Menurut OC Kaligis, korban lain memilih melapor ke Bareskrim Polri karena merasa nyaman dengan penyidiknya. Penyidik di Mabes Polri mempersiapkan juga psikolog untuk menggali keterangan korban hingga akhirnya mau membuka suara soal kekerasan seksual di JIS.
"Pertama, mereka buat anak-anak bercerita didampingi oleh psikolog. Kedua, tingkat kebohongan anak kecil mereka baru cerita itupun setelah sekian lama," ungkapnya.
Penyidik juga menerapkan taktik baru dalam menggali keterangan korban. Salah satunya dengan melepas seragam sehingga tidak membuat anak-anak takut.
"Polisi Mabes ke rumah dengan pakaian preman, ajak main-main. Itupun mengaku setelah beberapa kali tanya-tanya foto ini, foto ini, foto ini," ujarnya.
(mei/mok)











































