Kepala Bidang Humas Kombes Pol Rikwanto menjelaskan, pihaknya menaruh curiga ada peredaran narkotika di Stadium karena ada beberapa temuan. Salah satunya yakni sering ditemukannya pengunjung yang mengkonsumsi narkotika dalam upaya razia terbuka di Stadium.
"Dari luar mereka sudah mengkonsumsi narkotika, sehingga di dalam pengunjung sudah teler," ujar Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/5/2014).
Selain itu, dari beberapa operasi yang digelar polisi di Stadium, sering mendapat tangkapan pengedar dalam skala kecil.
"Ada pengedar kecil-kecilan bertransaksi di situ tanpa sepengetahuan manajemen. Ini sering terungkap dalam operasi silent," imbuhnya.
Dugaan adanya oknum manajemen Stadium kian berkembang, ketika ditemukannya 4.500 butir pil ekstasi, 600 gram sabu serta 55 butir pil H5 dan senjata api di loker diskotek tersebut.
"Dugaan diskotek ikut andil (dalam peredaran narkotika) juga terbukti, akhirnya kita koordinasi dengan Pemprov DKI sehingga dilakukan penutupan oleh pihak Pemprov," kata dia.
(mei/aan)











































