Protes Pileg, Puluhan Warga Papua Geruduk KPU

Protes Pileg, Puluhan Warga Papua Geruduk KPU

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 14:31 WIB
Protes Pileg, Puluhan Warga Papua Geruduk KPU
Jakarta - Pelaksanaan pemilu legislatif yang dinilai banyak kecurangan membuat KPU kebanjiran protes dari beragam pihak. Kini giliran puluhan warga Papua yang mendemo KPU menuntut pemilu di Papua diulang karena maraknya kecurangan.

Aksi mereka berlangsung di depan kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (22/5/2014). Ada sekitar 30 orang asal Papua yang menyebut diri mereka sebagai "Koalisi Pemerhati Pesta Demokrasi Papua".

Protes semula berjalan di depan kantor dengan berorasi dan membentangkan spanduk, namun tak lama mereka dipersilakan menyampaikan langsung dalam audiensi dengan perwakilan KPU di ruang Media Center.

Ada sekitar 10 orang yang diizinkan masuk kantor KPU. Mereka diterima seorang staf Humas KPU yang mendengarkan apa yang menjadi aspirasi. Namun, massa yang mengaku berasal dari berbagai kabupaten di Papua itu tak terima dan meminta langsung bertemu komisioner KPU.

Ketegangan sempat terjadi di ruang Media Center, karena tak ada pejabat KPU yang muncul. Namun setelah mereka berteriak-teriak, Komisioner KPU Arief Budiman yang baru mendapat laporan bersedia menemui langsung.

Akibatnya, personel Brimob yang menjaga aksi memperketat pengamanannya. Ada sekitar 40 personel Brimob yang membentuk barisan di ruang Media Center menjaga sekitar 10 orang Papua yang ingin menyuarakan protesnya.

"Kami ini kesannya penjahat. Kami juga punya moral dan etika," ucap salah seorang massa aksi Kenius Kogoya melihat banyaknya Brimob yang berjaga.

Ia lalu menyampaikan hal yang menjadi keluhan, yaitu banyaknya kecurangan di hampir seluruh kabupaten/kota karena intervensi kekuasaan kepada penyelenggara pemilu. Menurutnya rakyat Papua dijadikan korban dalam pesta demokrasi.

"Proses perolehan suara di Puncak Jaya penuh rekayasa dan money politics, mereka mengambil suara dari caleg-caleg lain lintas parpol," ucap Kenius.

"Tuntutan kami ada kebijaksanaan KPU untuk melaksanakan penghitungan ulang," imbuh pria yang juga caleg incumbent Provinsi Papua ini.

Pertemuan dengan komisioner KPU berlangsung singkat karena mereka akhirnya hanya menyerahkan bukti kecurangan dan hal-hal yang menjadi tuntutan. Aksi itu pun bubar dengan tertib.

(iqb/trq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads