Digoyang Kader Muda dan Senior Golkar, Ical Diyakini Masih Kuat

Digoyang Kader Muda dan Senior Golkar, Ical Diyakini Masih Kuat

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 14:10 WIB
Digoyang Kader Muda dan Senior Golkar, Ical Diyakini Masih Kuat
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memasuki fase baru konflik di internal partainya. Sejumlah kader muda dan senior partai beringin mempersoalkan keputusannya mendukung Prabowo-Hatta. Namun Ical diyakini masih kuat.

Pengamat politik Charta Politica, Arya Fernandes melihat Ical masih memegang kendali partai. Sejumlah kader muda dan tokoh senior yang bersuara keras terhadap sikap politik Ical menurutnya hanya ekspresi segelintir elite.

"Saya kira Ical masih memegang kendali kuat di DPD I. Dan ini hanya dinamika di elite saja," kata Arya kepada detikcom, Kamis (22/5/2014).

Apalagi menurut Arya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung berada dalam posisi yang mendukung Ical.

Arya juga mengatakan dinamika yang terjadi di internal Golkar saat ini hanyalah duplikasi strategi seperti yang pernah dilakukan partai kuning itu di pemilu 2004 dan pemilu 2009. Karena Golkar selalu ingin berada di pemerintahan.

"Secara formal mendukung pasangan tertentu, namun strategi informal tetap bekerja, yaitu dengan mendukung kandidat lain. Duplikasi strategi ini cukup ampuh. Dan strategi ini sudah terlihat sejak awal, sejak selesai pemilihan legislatif," kata Arya.

Karena itu Arya berkeyakinan, percepatan kongres Golkar sebagaimana yang didesak para tokoh senior Golkar tidak akan terwujud.

"Karena Ical masih pegang kendali. Kalaupun ada skenario untuk mendongkel Ical oleh kubu yang pro JK, JK tidak akan maju ketum lagi. Tapi orang lain yang dekat dengan JK. Tapi itu di kongres yang sesuai jadwal," ucapnya.

Munas Golkar dijadwalkan digelar pada tahun 2015. Wacana untuk mempercepat Munas muncul dari tokoh-tokoh senior Golkar yang pada Rabu (21/5) malam berkumpul di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan.

Para tokoh senior Golkar menganggap pelaksanaan Munas pada tahun 2015 inskonstitusional karena berarti masa jabatan Ical sebagai ketum akan berlangsung selama 5 tahun. Ical terpilih sebagai Ketum Golkar pada Munas tahun 2009.

DPP Golkar memiliki penjelasan soal penjadwalan Munas di 2015. Di 2009, disepakati agar pelaksanaan Munas selanjutnya diundur satu tahun agar tak terlalu mepet dengan pelaksanaan Pemilu 2014. Saat itu keputusan pengunduran Munas itu sudah disepakati oleh seluruh peserta Munas.

(rmd/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads