RAPBD Belum Diajukan, Ribuan PNS Terancam Tak Terima Gaji

RAPBD Belum Diajukan, Ribuan PNS Terancam Tak Terima Gaji

- detikNews
Senin, 20 Des 2004 13:47 WIB
Palembang - Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, terancam tidak akan menerima gaji pada tahun 2005. Penyebabnya, sampai Senin (20/12/2004) pemerintah kabupaten tersebut belum membahas RAPBD 2005 dengan Dewan setempat."Kami sudah minta berulang kali dengan Pjs Bupati OKU Timur untuk segera mengajukan RAPBD 2005 sehingga dapat segera dibahas, sebelum Desember ini berakhir," kata Akhyat, anggota Dewan OKU Timur, kepada detikcom, di kantor DPD Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Sumatera Selatan, Jalan Mandiri, Pakjo, Palembang, Senin (20/12/2004).Jika RAPBD 2005 itu belum diajukan hingga awal tahun 2005, maka sudah dapat dipastikan pemerintahan dari kabupaten baru--pemekaran dari Ogan Komering Ulu (OKU) tidak akan berjalan."Puluhan pegawai negeri di kabupaten kami itu jelas tidak akan menerima gaji selama setahun, termasuk kami. Dan, tidak akan ada pembangunan," kata Akhyat.Menurut Akhyat, setiap kali diminta, pihak pemerintah kabupaten OKU Timur selalu menjawab belum siap menyerahkan RAPBD. "Mereka bilang masih digodok," katanya.Namun, menurut Akhyat, keterlambatan penyerahan RAPBD itu juga merupakan strategi dari Pjs Bupati OKU Timur yakni Amri Iskandar. "Dia mungkin maunya diserahkan 2-3 hari menjelang tutup tahun, sehingga Dewan tidak lagi mengkritisi RAPBD itu. Jelas ini sangat merugikan masyarakat OKU Timur. Bisa saja program kerjanya banyak terkait dengan kampanye dirinya dalam pencalonan bupati nanti, meskipun berkampanye itu hak dia," katanya."Jadi, kami berharap pemerintah pusat untuk segera menegur pjs bupati ini, sehingga pemerintahan di OKU Timur tidak terancam seperti saat ini," tegas Akhyat.Sebagai informasi, pada 2005 nanti, kabupaten baru di Sumatera Selatan yang penduduknya di atas satu juta itu akan melakukan pemilihan langsung kepala daerah. Kabupaten ini termasuk kabupaten terkaya di Sumatra Selatan, sebab selain memiliki potensi perkebunan, minyak dan gas bumi juga tambang batubara. (nrl/)


Berita Terkait