Duka Tuminah Istri Pedagang Kopi untuk Mahasiswi Unpad Korban Pemerkosaan

Duka Tuminah Istri Pedagang Kopi untuk Mahasiswi Unpad Korban Pemerkosaan

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 13:05 WIB
Duka Tuminah Istri Pedagang Kopi untuk Mahasiswi Unpad Korban Pemerkosaan
Foto: Tata dan Tuminah
Bandung - Tuminah (43), istri pedagang kopi Tata Sumitra (45) ikut membantu suaminya memberi pertolongan pada mahasiswi Unpad korban pemerkosaan. Tuminah juga mendengar pengakuan korban yang menangis karena diperkosa.

"Saya sampai nggak bisa ikut bapak dagang. Kepikiran terus sama si neng. Semoga nggak apa-apa," terang Tuminah saat ditemui, Kamis (22/5/2014).

Baru hari ini Tuminah bisa kembali berdagang. Pada Sabtu (17/5) pukul 03.30 WIB, dia dan suaminya menemukan korban berjalan terhuyung tak mengenakan alas kaki dan kedinginan.

"Jaket saya sama bapak juga dipakai buat si neng," jelas dia.

Korban saat itu muncul dari balik bus dan melambai meminta pertolongan. Suami Tuminah, tak lama kemudian berlari memberikan pertolongan. Korban saat itu memakai celana panjang jeans, kaus hitam, tidak pakai alas kaki, rambut acak-acakan, mata sayu dan menangis, serta sweater rajutan terlilit di lehernya.

Suami istri ini menduga korban ditinggalkan tergeletak di pinggir jalan di sekitar terminal Grafika Lembang. Korban ketika melihat Tata dan Tuminah kemudian berjalan meminta bantuan.

"Si neng cantik. Terus dia dibawa bapak ke kios, dia roboh pingsan. Tangannya dingin, kulitnya keriput ya karena kedinginan kayaknya," imbuh Tuminah.

Selama suami mencari angkot, korban di pangkuan Tuminah bercerita soal kejahatan yang dialaminya. Korban menuturkan kalau dia mahasiswi Unpad dan diculik saat sedang mencari makan di kawasan Jatinangor. Para penculik memakai mobil. Korban ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan. Korban mengaku diperkosa beberapa orang.

Sebelum dibawa ke RSHS, korban sempat dirawat di RS Sespim. Pada Sabtu siang itu, Tuminah sempat menjenguk korban. Dia bersama ibu kos sempat memakaikan baju salin kepada korban.

"Bajunya koyak-koyak, robek. Celananya kotor bekas tanah dan rumput," imbuh Tuminah.

Ibu kos menyampaikan terima kasih pada Tuminah dan suaminya. Demikian juga pihak Unpad. Harapan Tuminah dan suaminya, korban bisa segera sehat dan pelaku bisa tertangkap.

"Saya sedih kalau ingat cerita si neng," tutup dia.

(ern/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads