Letkol S Tampar Anak SD, TNI AU: Mereka Sudah Damai Kemarin

Letkol S Tampar Anak SD, TNI AU: Mereka Sudah Damai Kemarin

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 12:05 WIB
Letkol S Tampar Anak SD, TNI AU: Mereka Sudah Damai Kemarin
Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, SIP (Foto: Idham Khalid/detikcom)
Jakarta - Letkol S dari TNI AU menampar anak SD, NV, teman putrinya berinisial P yang dikira telah mengolok-oloknya, padahal NV tidak terlibat. TNI AU menegaskan baik Letkol S dan keluarga NV sudah melakukan kesepakatan perdamaian pada 21 Mei kemarin.

Perdamaian kedua belah pihak itu dijelaskan oleh Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, SIP. Pihaknya menyayangkan Letkol S melakukan pemukulan pada NV, siswa kelas 6 SD Santo Markus, Kramatjati, Jakarta Timur, pada 22 April 2014. Ibu NV melaporkan perilaku Letkol S ke Pom AU di Halim Perdanakusumah, Jaktim.

"Tapi secara visual, anaknya sudah sembuh bibirnya. Namun membawa gambar bahwa memang itu ada luka di bibir atas," tutur Hadi ketika ditemui di kantornya, Mabes TNI AU Gedung B lantai 1, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2014).

Hadi menambahkan, Minggu 18 Mei diadakan mediasi antara kedua keluarga, keluarga Letkol S dengan orang tua NV. Hasilnya, dicapai satu kesepakatan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan di rumah perwira TNI AU Mayor Sembiring di kawasan Halim Perdanakusumah.

"Dan tanggal 21 Mei kemarin saya sudah menerima suratnya bahwa dilakukan kesepakatan antara kedua keluarga untuk tidak melanjutkan ke proses hukum. Namun di dalam tulisan-tulisan itu, memang saya baca bahwa Letkol SS mengakui bahwa memang melakukan tindakan pemukulan terhadap anak dan minta maaf. Kemudian klausul akhir adalah kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan tidak melanjutkan ke ranah hukum," kata Hadi.

Insiden ini berawal pada 22 April 2014 lalu pada jam pulang sekolah di SD Santo Markus, Kramatjati, Jaktim. Sekelompok siswa SD yang salah satunya bernama N, mengejek P, putri Letkol S di depan pagar sekolah. N mengejek P lantaran pada malam Paskah sebelumnya melihat P ke gereja bersama kakak yang diketahui bernama Rido dengan memakai baju taruna. Bagi N, hal ini aneh sehingga dia mengolok-olok P dengn 'Rido Roma, Rido Roma'. Nah, di saat yang sama, ada NV yang berada di depan pagar sekolah, menunggu kelas tambahan try out menjelang UN SD.

Tak berapa lama, Letkol S datang menjemput P, dan spontan para siswa yang mengolok-olok yakni N dan kawan-kawan berlari masuk ke dalam sekolah. Letkol S lantas menampar NV yang tak ikut mengolok-olok. NV kemudian berlari ke dalam sekolah mengadu ke kepala sekolah.

Letkol S dan orang tua NV sudah dipertemukan pihak sekolah, namun ibu NV tetap tidak terima. Ibu NV akhirnya melaporkan Letkol S ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Polres Jaktim dan Pom AU. Akhirnya mereka sepakat berdamai pada 21 Mei 2014 kemarin dan keluarga NV tidak melanjutkan proses hukum.

(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini