Pantauan detikcom di depan kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (22/5/2014), perbaikan dimulai pada pagi ini dilakukan oleh sekitar 3 orang petugas pertamanan.
Mereka mencabuti tumbuhan yang sudah mati terinjak lalu menggemburkan tanahnya dengan cangkul. Nantinya jika tanah sudah dicangkuli, akan ditanam kembali tumbuhan sejenis dengan tumbuhan yang mati diinjak.
Petugas yang sedang memperbaiki taman, belum bisa memastikan apakah hari ini bisa langsung ditanami kembali taman yang rusak. Pihaknya juga tak mengetahui siapa yang mengganti tanaman itu, Pemprov DKI atau Gerindra yang sudah berjanji memperbaiki taman Imam Bonjol.
Sementara itu, kerusakan lain yaitu di kantor KPU berupa salah satu pintu kaca yang pecah akibat didorong massa Prabowo-Hatta, hari ini belum tampak diperbaiki. Masih tampak salah satu pintu keluar itu tak berkaca.
Taman di depan KPU rusak karena terinjak-injak massa pendukung Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta Rajasa. Taman yang rusak ini membuat kesal Wagub DKI Basuki T Purnama. Dia menilai rusaknya taman merupakan contoh pendidikan politik yang buruk.
"Ini bukti bahwa mereka telah memberikan pendidikan politik yang buruk. Ini contoh yang buruk tahu nggak," jelas Ahok di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
"Mau memperbaiki negeri, taman saja dirusak," tambah Ahok lagi.
"Kalau Anda ingin jadi presiden yang baik, tapi mentalnya seperti ini, bisa pusing nanti. Taman ini kan aset," tegas Ahok.
(iqb/trq)











































