"Saya dengan tegas menolak percepatan Munas, apalagi Munaslub Partai Golkar yang hendak mendongkel Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir Aburizal Bakrie," kata Indra dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Kamis (22/5/2014).
Munas Golkar dijadwalkan digelar pada tahun 2015. Wacana untuk mempercepat Munas muncul dari tokoh-tokoh senior Golkar yang pada Rabu (21/5) malam berkumpul di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan.
Para tokoh senior Golkar menganggap pelaksanaan Munas pada tahun 2015 inskonstitusional karena berarti masa jabatan Ical sebagai ketum akan berlangsung selama 5 tahun. Ical terpilih sebagai Ketum Golkar pada Munas tahun 2009.
"Keputusan terkait kesepakatan tersebut perlu diluruskan, yang menimbulkan berbagai faktor negatif," ujar Fahmi di JW Marriott, Rabu (21/5/2014) malam.
DPP Golkar memiliki penjelasan soal penjadwalan Munas di 2015. Di 2009, disepakati agar pelaksanaan Munas selanjutnya diundur satu tahun agar tak terlalu mepet dengan pelaksanaan Pemilu 2014. Saat itu keputusan pengunduran Munas itu sudah disepakati oleh seluruh peserta Munas.
(trq/van)










































