Ketua PB Nahdlatul Ulama: Jangan Bawa-bawa Nama NU!

Ketua PB Nahdlatul Ulama: Jangan Bawa-bawa Nama NU!

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 10:24 WIB
Ketua PB Nahdlatul Ulama: Jangan Bawa-bawa Nama NU!
Jakarta - Maraknya petinggi-petinggi Nahdlatul Ulama (NU) yang tampil di panggung politik dengan memberikan dukungan kepada calon presiden tertentu menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran pengurus NU.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendi Yusuf merasa risih dengan sikap sejumlah elite NU yang terang-terangan membawa-bawa nama NU di panggung politik pemilu presiden.

"Tidak usah bolak-balik teriak-teriak partai kami bersama NU. Gak usah begitu masyarakat juga sudah tahu kalau dia orang NU," ujar Slamet saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/5/2014).

Ketua Umum GP Ansor dua periode (1985-1995) ini menyesalkan adanya petinggi-petinggi di NU yang kerap menggunakan atribut NU untuk kepentingan politik tertentu. "Jangan gunakan simbol-simbol NU, nama NU, bendera-bendera NU," Slamet menegaskan.

Slamet yang juga menjabat Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat ini mengingatkan agar kantor-kantor NU baik di tingkat pusat maupun ranting-ranting tidak boleh dipakai untuk kampanye politik.

Slamet mempersilakan rekan-rekannya di PBNU untuk memilih capres tertentu sesuai pribadi masing-masing tanpa membawa nama NU. "Silakan sesuai preferensi masing-masing. Ke Jokowi-JK atau ke Prabowo-Hatta," tutur mantan anggota MPR ini.

Dia menyebutkan sejumlah petinggi NU yang sudah terang-terangan mendukung kubu Jokowi-JK antara lain Khofifah dan Hasyim Muzadi. Adapun yang ke kubu Prabowo di antaranya yaitu Said Aqil Siradj, Yenni Wahid, Suryadharma Ali, Mahfud Md, dan Idrus Marham.


(brn/rmd)


Berita Terkait