Adu Kuat Tim Sukses Jokowi-JK Lawan Prabowo-Hatta

Adu Kuat Tim Sukses Jokowi-JK Lawan Prabowo-Hatta

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 06:31 WIB
Adu Kuat Tim Sukses Jokowi-JK Lawan Prabowo-Hatta
Jakarta - Palagan pemilihan presiden dan wakil presiden telah digelar. Dua kubu yang bakal bersaing pada pilpres 9 Juli mendatang mulai menyusun tim pemenangan. Tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menunjuk Mahfud MD yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama sebagai ketua tim pemenangan.

Tim pemenangan pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, PPP, PAN, dan Partai Golongan Karya itu juga diperkuat sejumlah nama populer. Seperti mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) George Toisuta. Petinggi partai pengusung Prabowo-Hatta juga dipasang untuk memperkuat tim sukses.

Sementara di kubu Joko Widodo - Jusuf Kalla ada nama Khofifah Indarparawansa di tim pemenangan. Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama itu sejak bulan lalu sudah didaulat sebagai Juru Bicara calon presiden Jokowi. Bagaimana kekuatan dua tokoh NU itu untuk mendongkrak perolehan suara bagi calon presiden dan calon wakil presiden?

"Saya kira cukup berimbang," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat berbincang dengan detikcom, Rabu (21/5/2014).

Namun dia memprediksi proporsi sumbangan suara NU akan lebih banyak ke pasangan Jokowi-JK. Pasalnya di kubu yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat dan Partai Hanura itu selain ada Khofifah juga ada PKB secara struktural.

"Muhaimin bersama PKB secara struktural mendukung Jokowi-JK," papar Qodari. Sementara di kubu Prabowo-Hatta, Mahfud MD lebih mewakili individu, tidak membawa struktur NU maupun PKB.

Namun menurut Qodari yang terpenting dari 'pertarungan' tim sukses ini adalah strategi yang bakal digunakan. Tim sukses akan percuma bila diisi oleh orang-orang hebat dan populer, namun salah mengambil strategi.

"Yang terpenting itu tim sukses harus paham betul tentang ilmu perilaku pemilih, dan komunikasi politik," kata Qodari.

(erd/ndr)


Berita Terkait