Batal Sandera Mobil Tangki BBM, Mahasiswa UKI Bakar Ban
Senin, 20 Des 2004 12:24 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM memunculkan aksi-aksi demonstrasi. Mahasiswa yang menamakan diri Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (KM UKI) melakukan demo dengan membakar ban bekas. Mereka sempat mencoba menyandera mobil tangki BBM, tapi batal. Aksi ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB, Senin (20/12/2004). Sampai pukul 12.10 WIB, aksi mereka masih berlangsung. Aksi digelar di Jl. Letjen Sutoyo, di depan kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur. Sekitar 30 mahasiswa yang mengikuti aksi ini. Sebagian dari mereka mengenakan jas almamater. Aksi ini digelar sebagai respons atas kenaikan harga BBM, yang mengakibatkan naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Selain menggelar orasi, para mahasiswa ini juga membakar ban-ban bekas. Asap hitam sempat membumbung, saat pembakaran ban dilakukan. Karena aksinya digelar di pinggir jalan, lalu lintas yang menuju kampus UKI pun macet. Mahasiswa tampaknya sudah merasa bahwa aksinya akan memacetkan lalu lintas. Karena itu, dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan 'Maaf Jalan Anda Terhambat, Sampai BBM Diturunkan'. Sekitar pukul 11.55 WIB, demonstran sempat akan menyandera mobil tangki BBM yang kebetulan lewat di depan kampus UKI. Namun, saat akan memberhentikan mobil tangki itu, para polisi langsung menghalau mereka. Humas KM UKI Jefry Silalahi menyatakan, janji pemerintahan SBY dalam program 100 harinya yang akan menyejahterakan rakyat ternyata omong kosong. "Kenaikan harga BBM dapat mengakibatkan kenaikahn harga-harga barang lainnya, terutama sembako. Ini bukti bahwa kepemimpinan mereka tidak berpihak kepada rakyat," kata dia. Menurut dia, kenaikan harga BBM ini dilakukan untuk mengisi biaya belanja pejabat negara yang saat ini kosong. "Seharusnya, untuk mengisi kas negara yang kosong adalah dengan menangkapi para koruptor yang merugikan negara. Ingat penyelewengan BLBI sebesar Rp 80 triliun," ungkapnya. Jefry menyatakan, aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM ini terus dilakukan setiap harinya. "Kami akan melakukan aksi sampai harga BBM tidak dinaikkan. Malah kalau bisa diturunkan," pinta Jefry.
(asy/)











































