Pada Sabtu (17/5) dini hari, para pelaku meletakkannya begitu saja di Lembang. Seorang pedagang menolongnya dan membawa ke rumah sakit. Mahasiswi yang kini sudah pulang ke Malaysia ini kini mengalami trauma. Dia tak mau lagi kembali ke Indonesia.
"Anaknya baik dan lemah, maksudnya sering sakit. Di kosan pernah pingsan satu kali, di kampusnya pernah. Trus dia itu kalau ngomong lemah lembut, ga pernah denger dia teriak," ujar pemilik kosan tempat korban tinggal di Jatinangor, Elli saat ditemui di Jatinangor, Sumedang, Rabu (21/5/2014).
Elli mengaku dekat dengan korban, karena orangtuanya menitipkanya padanya. Sepengetahuan Elli, korban itu tidak pernah keluar malam. Kalaupun libur, ia jarang main keluar.
"Kalau sudah di kamar, ya di kamar saja. Bahkan makan pun sering di kosan. Ya sedih bisa sampai seperti itu," ujarnya lirih.
Saking dekatnya, kata dia, korban selalu pamit apabila akan keluar kamar. Apabila ia tak ada di kosan, korban selalu SMS. "Malam itu memang saya tidak ada di kosan, dan tumben korban juga tidak SMS," cetusnya.
Korban tinggal di kosan yang tergolong mewah. Kamarnya ukuran 4x6 meter persegi. Sewa per tahunnya Rp 15 juta dengan fasilitas yang cukup lengkap di dalamnya, mulai kamar mandi dalam, TV flat dengan channel berlangganan.
"Korban kalau ke kampusnya naik angkot," terang Elli. Jarak dari tempat kos ke kampus Unpad sekitar 400 meter.
(ern/ndr)











































