Menjadi Tomy Rafael di Senayan
Senin, 20 Des 2004 11:25 WIB
Jakarta - Wajah Mona berbinar. Tak henti-hentinya dia tertawa bungah."Setiap pertanyaan dijawab dodol. Kutanya namanya, dijawab dodol. Rumahnya di mana, dijawab dodol," cerita perempuan keriting itu tak mampu menyembunyikan rasa geli yang menyelimutinya.Mona wajib gembira. Pasalnya, perempuan muda itu berhasil beraksi bak Romy Rafael, bintang ganteng pengasuh reality show Hipnotis di SCTV. Ya, Mona berhasil menghipnotis seorang suyet (objek hipnotis) melakukan apa yang dimauinya, yaitu menjawab dengan 'dodol' pada semua pertanyaan yang diajukannya.Mona sebelumnya juga berhasil membuat seorang suyet tertidur setiap dia menyentuh tangannya. Juga membuat seorang suyet menggigil kedinginan padahal hawa tengah hangat-hangatnya.Itulah suasana workshop 8 jam Hypnosis Fundamental yang digelar oleh Diamond in You/Eastar Institute di lantai 6 Senayan Trade Center (STC), Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu sore lalu (18/12/2004).Mona bersama 30-an peserta lainnya rela merogoh kocek hingga Rp 1,5 juta untuk mendapatkan pengetahuan dasar hipnosis (kita lebih akrab dengan kata hipnotis, artinya orang yang melakukan hipnosis), setidaknya untuk bergaya bak Romy Rafael. "Setiap orang bisa seperti Romy Rafael," cetus instruktur program ini, Ir Yan Nurindra, yang workshpnya selalu fully booked ini. Yan tidak menggombal. Seorang peserta workshop bernama Nanan misalnya, berhasil membuat seorang suyet berbicara dengan bahasa Cina, sedangkan suyet yang lain menerjemahnya. Ger-geran tak henti-hentinya memenuhi ruangan workshop yang tak terlalu luas itu.Hipnotis seperti yang dipraktekkan Romy Rafael, tutur Yan, merupakan hipnotis yang paling sederhana dan lazim disebut sebagai stage hypnosis. Tujuannya, sekadar untuk fun, lucu-lucuan. Setidaknya itulah yang dikantongi peserta workshop dari kalangan kelas menengah atas hari Sabtu lalu."Wajar saja, sebab kita hanya belajar 8 jam, dipotong rehat makan sidang coffee break," alasan Yan yang melarang workshopnya diikuti mereka yang punya niat buruk.Menurut Yan, untuk mendalami hipnosis yang kini telah diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan, setidaknya dibutuhkan waktu hingga 5 tahun. Jadi, mereka yang ingin belajar hipnosis lebih dalam lagi, terpaksa harus mengikuti program lanjutan."Workshop ini untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar hipnosis yaitu kekuatan alam bawah sadar (sub-conscious) yang sangat dahsyat. Anda meyakini bahwa hipnosis itu bukan bantuan jin, itu sudah bagus," tandas Yan yang kini mengambil program doktoral (clinical hypnotherapy) di salah satu universitas di AS.PenyembuhanYan menekankan, hipnosis sebenarnya hanyalah seni menyugesti, seni berkomunikasi. Tak ada mistis atau magic di dalamnya. "Syarat orang bisa menghipnotis hanya dua, yaitu mampu berkomunikasi verbal dengan baik dan percaya diri," tandasnya.Menariknya, hipnotis tak hanya digunakan untuk entertainment seperti yang dilakukan Romy Rafael. Tapi juga untuk penyembuhan aneka kebiasaan buruk. Misalnya menghentikan kebiasaan merokok, kebiasaan ngemil, dsb. Hal ini bisa dipelajari lewat clinical hypnotherapy.Meski tidak bisa didapatkan lewat workshop singkat Sabtu lalu, namun banyak peserta yang tertarik mengikuti kegiatan itu untuk tujuan kesehatan."Saya ikut workshop ini untuk healing (penyembuhan). Siapa tahu keluarga saya membutuhkannya," kata Sandra, seorang pengusaha garmen yang juga ibu seorang anak berusia 13 tahun.Hal serupa disampaikan oleh Henny, ibu rumah tangga warga Kebon Jeruk. "Anak kedua saya sering mengamuk. Dulu pas SMA dia sering bolos. Prestasinya buruk. Tapi kini itu sudah berkurang, meski masih suka mengamuk. Tangannya sering terluka karena memecahkan kaca di rumah," cerita perempuan paruh baya menceritakan anaknya yang kini telah kuliah itu.Selain untuk penyembuhan, hipnotis juga digunakan untuk keperluan forensik/mengindentifikasi pelaku kriminalitas. Di Amerika, kesaksian ahli hipnotis untuk forensik diakui. Hipnosis juga berguna untuk anodyne awareness (mengurangi/menghilangkan rasa sakit) dan metaphysical hypnosis."Dokter gigi bisa mengoperasi pasiennya tanpa melakukan pembiusan setelah dokter itu menguasai hipnotis," terang Yan.Alam Bawah SadarYan Nurindra menuturkan, hipnosis bekerja pada alam bawah sadar. "Alam bawah sadar itu bagaikan software komputer yang bisa diprogram ulang, bisa diprogram sesuai keinginan kita. Alam bawah sadar adalah alam yang netral dan sugestif," urainya.Yan menampik kepercayaan selama ini bahwa orang yang gampang dihipnotis adalah mereka yang kurang intelek, berpendidikan rendah, dll. "Itu mitos. Makin kreatif seseorang dan makin intelek seseorang, maka orang itu akan mudah dihipnotis," tandas pria berkacamata ini.Apakah harus sedih karena mudah jadi "korban" hipnotis? "Oh, harusnya justru makin gembira. Karena banyak gangguan mental, misalnya stres, yang bisa diatasi dengan hipnotis oleh ahli hipnoterapi. Kalau susah dihipnotis, kan susah sembuh jadinya," ujar pelopor penyebaran ilmu hipnosis secara terbuka untuk umum ini."Saya sudah pengin segera pulang, saya ingin mencoba menghipnotis anak saya," celetuk Alam, wirausawahan, sembari meninggalkan lokasi workshop. Selain mengembangkan hipnosis yaitu pemanfaatan kekuatan alam bawah untuk memudahkan interaksi dengan orang lain, Yan juga mengembangkan workshop Alpha Power, yaitu pemanfaatan alam bawah sadar untuk memotivasi diri sendiri atau meningkatkan kepercayaan diri sendiri. Pelatihan ini digelar pada 15 Januari depan dan tiketnya bisa Anda dapatkan lewat ticket box detikcom.
(nrl/)











































