SBY: Kesetiakawanan Sosial Bisa Obati Trauma Akibat Konflik
Senin, 20 Des 2004 10:59 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap kesetiakawanan sosial bisa menjadi obat untuk menyembuhkan trauma akibat konflik komunal yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai wilayah nusantara.Pernyataan SBY disampaikan dalam pidato pembukaan Hari Kesetiakawanan Sosial 2004 dan Jambore Penanggulangan Bencana di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin, (20/12/2004)."Sungguh ironis di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks dan fundamental akhir-akhir ini justru kesetiakawanan sosial semakin jarang terdengar. Padahal, kesetiakawanan sosial merupakan sifat dasar dan bagian dari perjalanan sejarah bangsa, dan bisa menjadi obat untuk menyembuhkan trauma," ungkap SBY.SBY juga menyatakan, tantangan bangsa ke depan menjadikan kesetiakawanan sosial sebagai bagian dari budaya dan semangat kebangsaan.Selain itu, kesetiakawanan sosial juga dapat dijadikan sebagai alat untuk menunjukkan eksistensi bangsa di dunia internasional. SBY mengakui pesatnya pembangunan selama ini ikut mengakibatkan turunnya kualitas kesetiakawanan sosial, yakni timbulnya kesenjangan ssosial dan ekonomi antar berbagai golongan masyarakat, dan adanya sekelompok masyarakat yang termarjinalkan akibat pesatnya arus pembangunan.Dia juga mengakui, sangat sulit mewujudkan kesetiakawanan sosial dalam situasi yang demikian. "Sungguh sangat sulit mencari defisnisi dari kesetiakawanan sosial itu sendiri. Namun ada unsur utama dari kesetiakawanan sosial yakni adanya kepedulian pada sesama, tenggang rasa, kerjasama dan rasa senasib sepenanggungan," kata dia.Peringatan hari kesetiakawanan sosial ini dihadiri ribuan anggota pramuka, Depsos, DLLAJ, karang taruna, dan unsur-unsur SAR. Di mana, sebagian dari mereka memamerkan berbagai peralatan untuk penanggulangan bencana seperti alat-alat berat dari Dinas PU, ambulan, rumah sakit lapangan dari TNI AD dan peralatan rescue yang dipamerkan pasukan Marinir.Dalam kesempatan ini presdien juga memberikan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial di Bidang Prikemanusian kepada Prof. Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan tradisonal, Drs Awang Farouk Ishak, mantan bupati Kutai, dan Iwan Hasyim Mulya dari Poltabes Pelembang. Pemberian tanda kehormatan itu disahkan dalam SK Presiden No.090/TK-2004.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































