Pecah Golkar Hanya Drama, Akar Rumput Diyakini Tetap ke Prabowo

Pecah Golkar Hanya Drama, Akar Rumput Diyakini Tetap ke Prabowo

- detikNews
Rabu, 21 Mei 2014 12:36 WIB
Pecah Golkar Hanya Drama, Akar Rumput Diyakini Tetap ke Prabowo
Jakarta - Sejumlah elite Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan secara gamblang sikapnya mendukung duet Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Manuver itu dinilai hanya bersifat elitis, sementara suara akar rumput (grassroot) Golkar tetap diyakini mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Untuk pemilu kali ini, saya melihat masih akan lebih banyak yang ke Prabowo. Suara akar rumput Golkar tetap ke Prabowo, karena secara garis politik Golkar dan PDIP itu belum bisa jadi satu," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada detikcom, Rabu (21/5/2014).

Menurut Hendri, tidak ada yang spesial dari fenomena Golkar saat ini. Karena setiap kali pemilu, partai beringin ini selalu melakukan politik dua kaki dengan memainkan drama perpecahan. Hendri lalu mengilustrasikan kondisi Golkar saat pemilu 2004. Pada putaran pertama, Golkar resmi mengusung duet Wiranto-Gus Sholah, tapi kalah. Padahal Jusuf Kalla (JK) saat itu sudah berduet dengan SBY. Sementara pada putaran kedua, Golkar resmi memberikan dukungan kepada duet PDIP, yaitu Mega-Hasyim. Namun tetap suara akar rumput Golkar lari ke duet SBY-JK yang diusung Demokrat.

Pada 2009, drama perpecahan Golkar kembali terjadi. Meski secara resmi Golkar mengusung sang ketua umumnya, Jusuf Kalla (JK) berduet dengan Wiranto, namun sebagian elitenya loncat mendukung SBY-Boediono.

Hendri memberi catatan, Partai Golkar disebutnya sebagai partai yang sudah milik rakyat. Artinya menurut dia, berbeda dengan parpol lain seperti PDIP dan Demokrat di mana suara akar rumput sangat dipengaruhi ketokohan, namun di Golkar loyalitas akar rumput ke partai lebih kuat daripada ke tokoh. Karena kekuatan popularitas tokoh Golkar merata, tidak tersentralisasi pada satu orang. Hal itu terbukti pada pemilu 2004 dan 2009.

Catatan lain, kata Hendri, suara akar rumput Golkar tidak pernah diberikan kepada PDIP. Akar rumput Golkar akan lari ke capres resminya atau partai lain non PDIP. Ini yang terjadi pada pemilu 2004 dan 2009.

Pada pemilu 2004, suara arus bawah Golkar terpecah ke SBY-JK dan Wiranto-Gus Sholah. Begitu putaran kedua, semua suara arus bawah Golkar lari ke SBY-JK, tidak ke Mega-Hasyim. Begitupun pada pemilu 2009, suara arus bawah Golkar lari SBY-Boediono dan JK-Wiranto. Duet resmi Golkar JK-Wiranto hanya mendapat suara sekitar 12 persen.

"Secara garis politik, grassroot Golkar belum pernah dukung PDIP. Itu yang terjadi di 2004 dan 2009. Kalaupun sekarang ada Luhut cs yang ke Jokowi, itu bersifat personal. Hanya masalah like and dislike. Akar rumput tetap ke non PDIP," tegasnya.


(rmd/brn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini