Tetap Kritis, PKS Pantau Kinerja Wapres Kalla

Tetap Kritis, PKS Pantau Kinerja Wapres Kalla

- detikNews
Senin, 20 Des 2004 10:58 WIB
Jakarta - PKS (Partai Keadilan Sejahtera) tidak akan menarik dukungan terhadap pemerintahan SBY-Kalla, meski kini Kalla menjadi ketua umum Golkar. Meski begitu, PKS akan mengamati kinerja Kalla pasca terpilihnya Kalla menjadi ketua umum Golkar. PKS tetap akan kritis. Hal ini disampaikan pjs ketua umum DPP PKS Tifatul Sembiring dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/12/2004). Menurut dia, PKS memang terus memantau perkembangan politik, termasuk terpilihnya Kalla sebagai ketua umum Golkar 2004-2009. "Memang, ini merupakan kejadian yang signifikan untuk diamati. Biasanya, ketua partai dulu jadi presiden atau wakil presiden. Kalau Pak Kalla ini, jadi wakil presiden dulu, terus menjadi ketua umum partai. Ini sangat berbeda dengan tradisi di PKS," kata dia. Menurut Tifatul, terpilihnya Kalla sebagai ketua umum Golkar tidak bisa dinafikan akan memperkokoh posisi pemerintahan dan mengubah peta politik di parlemen. Dia melihat memang Golkar akan dilibatkan dalam pemerintahan SBY-Kalla. "Kalau lokomotifnya adalah petinggi pemerintahan, sulit bagi Golkar untuk berjalan berseberangan. Apalagi, saya melihat di Golkar tidak ada pembangkangan, karena memang mentalnya mental penguasa atau paling tidak mentalnya dekat dengan penguasa," kata dia. Dengan masuknya Golkar sebagai partai pendukung pemerintah, menurut Tifatul, PKS tidak serta merta akan mengubah dukungan terhadap SBY-Kalla. "Dari dulu, kontrak PKS adalah dengan SBY-Kalla, bukan dengan Partai Golkar. Tapi, kita akan tetap kritis," ungkapnya. PKS akan melihat bagaimana kinerja Kalla sebagai wapres yang juga nyambi beraktivitas menjadi ketua umum Golkar. "Dari dulu, kita memang kritis, termasuk saat penyusunan kabinet. Bila nanti Kalla dijadikan payung bagi para birokrat yang bermasalah, tentu kita akan kritisi," kata dia. Menurut dia, saat ini birokrat di daerah-daerah, seperti bupati dan gubernur, banyak yang merupakan kader Golkar. "Karena itu, kita lihat bagaimana sikap Kalla nanti. Apakah menurun atau bagaimana. Kalau dia menurun, tentu dia akan tidak akan didukung dalam pemerintahan mendatang," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait