Pemerintah Israel Setuju Bebaskan 170 Tahanan Palestina

Pemerintah Israel Setuju Bebaskan 170 Tahanan Palestina

- detikNews
Senin, 20 Des 2004 10:52 WIB
Jakarta - Pemerintah Israel menyetujui pembebasan 170 tahanan Palestina sebagai dorongan bagi pemimpin interim Palestina Mahmoud Abbas untuk upaya negosiasi di masa mendatang. Hal tersebut juga dilakukan sebagai isyarat niat baik terhadap pemerintah Mesir.Demikian statemen yang dirilis kantor Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (20/12/2004). Keputusan tersebut dikeluarkan dalam pertemuan satu komisi menteri khusus yang dipimpin Sharon."Selama pertemuan itu PM mengatakan bahwa keputusan untuk membebaskan tahanan-tahanan tersebut diambil sebagai isyarat maksud baik terhadap Presiden Mesir Hosni Mubarak setelah dia memutuskan untuk membebaskan Azzam Azzam," demikian statemen tersebut.Azzam Azzam merupakan warga Arab Israel yang dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas tuduhan spionase. Namun Presiden Mesir Hosni Mubarak memerintahkan pembebasan Azzam pada 5 Desember lalu, sebagai ganti atas dibebaskannya enam warga Mesir yang dituduh merencanakan serangan terhadap tentara Israel.Sharon menyebut keputusannya ini sebagai "isyarat niat baik" dan ungkapan "pertemanan mendalam" bagi Mubarak. Seorang pejabat senior Israel menuturkan, langkah ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan dengan pemimpin interim Palestina Mahmoud Abbas, yang merupakan kandidat kuat untuk menggantikan mendiang Yasser Arafat sebagai pemimpin Otoritas Palestina.Menurut pejabat yang enggan disebutkan jati dirinya itu, Israel akan mempertimbangkan untuk membebaskan tahanan lainnya jika pemerintah Palestina mengambil tindakan terhadap para militan. Israel menahan sekitar 7 ribu warga Palestina, kebanyakan dituduh terlibat kejahata-kejahatan terkait keamanan. Surat kabar Israel, Haaretz menyatakan bahwa sebanyak 120 dari total tahanan yang akan dibebaskan itu adalah anggota-anggota Partai Fatah pimpinan Abbas. Sisanya ditahan karena kasus-kasus ringan.Namun pemerintah Palestina, yang telah lama menuntut pembebasan semua tahanan, bersikap dingin atas pengumuman Israel ini. "Kami anggap langkah ini cuma kosmetik belaka. Kami belum diberi tahu mengenai pembebasan ini," ujar Radi Jaraie, deputi menteri urusan penjara Palestina. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini