"Tak hanya pengurus dan kader Golkar, pemilih Golkar juga terbelah antara mendukung Jokowi atau Prabowo," kata Denny melalui twitter, Rabu (21/5/2014).
Survei yang dilakukan LSI pada Mei 2014 menunjukkan pemilih Golkar justru lebih banyak ke Jokowi (32.34 persen) dibanding ke Prabowo (24.15 persen).
"Pemilih Golkar juga lebih banyak ingin berkoalisi dengan PDIP (41.3 persen) ketimbang dengan Gerindra (24.7 persen)," kata Denny.
Denny memahami sulitnya posisi ARB selaku ketua umum ketika harus memutuskan arah koalisi. Sebagai ketum partai terbesar kedua, tentu ARB harus rasional, dan Gerindra/Prabowo lebih memberikan kejelasan power sharing.
"Namun pengurus dan kader Golkar lainnya juga adalah warga negara yang punya kesadaran politik dan perhitungan sendiri. Perpecahan di Golkar tak terhindari. Ini selalu terjadi di setiap pilpres sejak 2004 dan 2009," katanya.
(van/try)











































