"Sudah hampir tiga hari sejak terjaring dan menjalani perawatan di Rumah Sakit belum ada keluarga yang mengaku," ujar Kepala Panti Bina Laras 2 Cipayung, Andi Muchdar saat dihubungi, Rabu (21/5/2014).
Ia mengatakan pihaknya kesulitan mengetahui jati diri perempuan tersebut. Sebabnya pembawa duit Rp 19 juta berlaku agresif terhadap petugas.
"Kita belum bisa identifikasi dia, karena saking agresifnya kita tidak bisa mengajak bicara," tuturnya.
Ia mengatakan berdasarkan ciri-ciri dan foto raut wajah yang terpampang berada di setiap media. Dirinya berharap identitas tuna wisma dapat diungkap.
"Kita berharap ada masyarakat yang mengenal sehingga bisa mendatangi kami dengan membawa sejumlah bukti identitas wanita itu," ungkapnya.
Perempuan ini ditangkap petugas Satpol PP Jakarta Barat, Jumat (16/5) pekan lalu. Aparat membawa gelandangan tersebut ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya. Dan di hari yang sama dia dipindahkan ke Panti Bina Laras 2 Cipayung.
Saat diperiksa petugas, ditemukan gunting dan pisau lipat dari salah satu tas yang dibawa gelandangan itu. Yang membuat terkejut, ditemukan uang sebanyak Rp 19.066.000 rupiah.
(edo/fdn)










































