Sesuai keterangan Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, lokasi pembangunan berada di titik koordinat 02.05.053 N-109.38.370 E Bujur Timur, atau sekitar 900 meter di depan patok SRTP 1 (patok 01) di Tanjung Datu, Kalimantan Barat.
Di google maps, bisa diketahui titik koordinat tersebut (tanda panah hijau). Posisinya memang berada di lautan di sebelah utara taman nasional Tanjung Datu (ditandai dengan ikon bulat hijau).
Titik mercusuar itu memang berada di antara garis batas antara Indonesia dan Malaysia. Bila garis batas itu ditarik lurus, seharusnya itu berada di zona milik Indonesia. Namun saat ini, masih terjadi sengketa.
Informasi yang diperoleh detikcom, beberapa kapal dengan dikawal kapal Angkatan Laut Malaysia sudah mengangkut material menuju titik pembangunan. Kapal-kapal tersebut melakukan pemasangan tiang pancang besi di lokasi tersebut.
Asisten Teritorial TNI, Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha mengatakan, pembangunan mercusuar baru sebatas landasan. Wilayah tersebut masih dalam penyelidikan.
Informasi terakhir, setelah kapal perang TNI bergerak, pembangunan dihentikan sejak kemarin sore.
(mad/ndr)










































