Dies Natalis UGM ke-55 Diwarnai Demo 200-an Mahasiswa

Dies Natalis UGM ke-55 Diwarnai Demo 200-an Mahasiswa

- detikNews
Senin, 20 Des 2004 10:26 WIB
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini, Senin (20/12/2004), memperingati Dies Natalis ke-55. Peringatan hari kelahiran universitas tertua di Indonesia ini diwarnai unjuk rasa 200-an mahasiswa yang menuntut transparansi dan akuntabilitas keuangan oleh Rektorat UGM.Aksi ini digelar di halaman Auditorium Graha Sabha Pramana, kampus Bulaksumur, Yogyakarta, mulai pukul 09.00 WIB atau bersamaan dengan dilakukannya pembacaan laporan tahunan dan pidato peringran Dies Natalis UGM ke-55 oleh Rektor Sofian Effendi.Namun ratusan mahasiswa tersebut tidak bisa mendekati lokasi acara peringatan dies natalis. Sebab mereka ditahan puluhan petugas satuan pengamanan UGM yang menjaga ketat pintu gerbang kompleks auditorium.Massa akhirnya melakukan aksi duduk sekitar 100 meter dari auditorium. Massa membawa berbagai poster, antara lain, "Tuntut Transparansi SPMA (Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik, red) , dan "Tuntut AnggaranPndidikan 20 Persen dari APBN dan APBD", "Salah seorang koordinator aksi, Uce Madril, dalam orasinya menyatakan Dies Natalis UGM ke-55 bagi mahasiswa adalah dies mortalis (peringatan hari kematian). Sebab UGM sudah kehilangan citranya sebagai kampus kerakyatan.Mahasiswa menuntut rektor agar menemui mereka untuk memberikan pertanggungjawaban atas semua kebijakan yang diambil. Mereka juga menuntut agar dilibatkan dalam perumusan kebijakan UGM terutama berkiatan dengan ujian masuk UGM dan pembiayaan kuliah. Mahasiswa menginginkan adanya kontrak sosial antara rektor UGM dengan mahasiswa. Isi kontrak itu, antara lain, janji rektor memberikan transparansi dan akuntabilitas publik berupa laporan keuangan dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama serta membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin mengaksesnya.Kedua, melibatkan mahasiswa dalam pembahasan ujian masuk UGM tahun 2005. Dan ketiga,brkomitmen bersama-sama menuntut kepada negara sebagai penanggung jawab utama pendidikan agar merealiasikan anggaran pendidikan 20 persen. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads