"Di Golkar itu bukan hal baru apalagi hal pertama jadi mari kita lihat pemilu 2004," kata Tantowi Yahya di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2014) malam.
Ia menjelaskan di Pilpres 2004, Golkar membuat konvensi yang menghasilkan Wiranto sebagai capres. Tapi pemenang pilpres 2004 dimenangkan SBY-JK.
"Dalam kemenangan SBY-JK itu juga ada suara Golkar disitu," ungkapnya.
Ini juga terjadi pada Pilpres 2009 saat JK maju sebagai capres. Namun suara Golkar sekali lagi terbagi dua, karena banyak yang malah mendukung SBY-Boediono.
"Sekarang terjadi lagi bagi Partai Golkar, dinamika-dinamika ini lalu akan melihat perjalanan Golkar terutama menghadapi masa-masa penting seperti Pilpres," jelasnya.
Tantowi menuturkan kader-kader yang tidak patuh ialah kader-kader lama yang sudah dewasa. "Artinya mereka mengambil keputusan itu dengan kesadaran penuh bukan opurtunis, mereka tahu sikap apa yang akan diambil partai terkait tindakan mereka itu," ujarnya.
Kedatangan Tantowi Yahya ke Hotel JS Luwansa malam ini terdapat suatu kejanggalan. Malam ini di lokasi yang sama juga telah diadakan Rakornas PDIP. Namun ketika ditanya niat kehadirannya ke Hotel Luwansa, Tantowi berkilah ingin bertemu ketua KNPI.
"Saya mau ketemu Pak Taufan ketua KNPI, sebenarnya dia orang Golkar juga?" ucapnya.
(tfn/fdn)










































