Berdasarkan pemeriksaan, KM Sumber Rezeki membawa 65 ton ammonium nitrate. Sedangkan KLM Citra Hidayah mengangkut 23 ton benda yang sama. Di situs Pindad, ammonium nitrate merupakan butiran berpori dan termasuk sebagai bahan peledak berdaya rendah.
Kabid Penindakan dan Pencegahan Kanwil Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Agus Wahono, mengatakan kedua kapal diamankan di dua lokasi berbeda. Tujuan keduanya adalah Pelabuhan Sulawesi. Keduanya tidak memiliki dokumen resmi.
"Ada 12 ABK yang diamankan," kata Agus.
Ditaksir, bahan tersebut bernilai miliaran rupiah. Sedangkan kerugian negara diperkirakan ratusan juta rupiah.
"Rencananya, bahan peledak ini akan digunakan untuk penambangan," jelas Agus.
Saat ini, kedua kapal diamankan di dermaga Kanwil Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun. Para ABK masih terus diperiksa.
(try/try)











































