RUPS TransJ, Ahok Ingin Ada Kebangkitan Transportasi Jakarta

RUPS TransJ, Ahok Ingin Ada Kebangkitan Transportasi Jakarta

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 19:41 WIB
RUPS TransJ, Ahok Ingin Ada Kebangkitan Transportasi Jakarta
Dok. detikFoto
Jakarta - Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional hari ini disebut sebagai hari kebangkitan transportasi di Jakarta. Alasannya hari ini PT TransJakarta menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) perdana.

"Saya bilang kenapa kita pilih hari ini? Karena saya harap kebangkitan nasional ini jadi kebangkitan transportasi Jakarta hari ini. Saya bilang ke notaris, ‘kamu catat kalimat itu’. He-he-he,” kata Ahok di Balai Kota, Selasa (20/5/2014).

Ada beberapa keputusan penting yang diambil dalam rapat BUMD itu. Secara bertahap seluruh bus ukuran sedang termasuk bus tingkat gratis dan kopaja/metromini akan dioperasikan oleh PT Transjakarta.

"Ke depan semua bus ini di bawah manajemen Transjakarta. Jadi tidak ada lagi bus yang menarik uang (di tengah jalan), kita bayar per kilometer sesuai standar pelayanan minimum. Jadi enggak ada lagi alasan orang ngetem-ngetem, bikin sakit kepala saja di Jakarta," imbuhnya.

Untuk pengoperasian, Pemprov akan memberikan bantuan lewat skema PSO (public service obligation) atau kewajiban pelayanan publik. DKI, lanjut Ahok, bersedia menganggarkan sekitar Rp 1-3 triliun untuk dana PSO.

"Kita sudah rumuskan berapa per penumpang, kita juga akan putuskan semua pool yang ada harus kerjasama, lalu ada sistem ticketing yang nyatu dengan MRT dan PT KAI, serta tracking-radio yang kayak di taksi, jadi kita bisa komunikasi dan dicek posisi di mana," ujarnya.

Ahok juga menyampaikan, PT Jakarta Propertindo, salah satu pemegang saham, juga diminta untuk segera membangun SPBG di pool Transjakarta. "Pemerintah menargetkan 40 SPBG, tapi kalau dia bisa bangun 20 juga sudah bagus," katanya.

Terpisah, Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius NS Kosasih berujar RUPS kali ini juga mengesahkan pengurus dan komisaris direksi. Pemprov “menitipkan” satu aparat di jajaran komisaris sebagai perwakilan pemerintah, yakni Kadis Perhubungan, M. Akbar.

"Hari ini bersejarah, kita beruntung dapat tanggal hari ini karena ini kebangkitan nasional. Kita berdoa supaya jadi kebangkitan untuk transportasi kita juga. Kita lihat perlu komunikasi yang erat dengan Pemprov DKI yang punya saham 99.35%, jadi tadi kita minta ada wakil dari pemprov di kita, yakni pak Akbar, sebagai komisaris," katanya usai RUPS.

Dengan masuknnya Akbar, jajaran komisaris dan pengurus BUMD tersebut jadi berubah. Berikut ini lengkapnya posisi jajaran Direksi dan Komisaris PT. Transjakarta : Chaidier Patonnory (komisaris utama), (Lindung Paido Tua Simanjuntak (komisaris), M. Akbar (komisaris), Antonius NS kosasih, (direktur utama)

Kemudian Andi Patriota Wibisono (direktur keuangan), Heru Herawan, (direktur operasional), Sri Kuncoro (direktur SDM dan umum) dan Wijanarko yang menjabat direktur teknis dan fasilitas.

(ros/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads