Ini Penjelasan Lengkap Wiranto Soal 'Pengusiran' Hary Tanoe

Ini Penjelasan Lengkap Wiranto Soal 'Pengusiran' Hary Tanoe

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 17:54 WIB
Ini Penjelasan Lengkap Wiranto Soal Pengusiran Hary Tanoe
Jakarta - Karir politik Hary Tanoesudibjo di Hanura berakhir. Dia diminta mengundurkan diri karena tak mau ikut keputusan partai mendukung pencapresan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Ketum Hanura Wiranto yang menyampaikan kabar Hary Tanoe diminta mengundurkan diri. Hary Tanoe disebut akan lebih leluasa bermanuver di Pilpres jika tak terikat dengan Hanura.

"Kita mintakan dengan Pak HT dengan cara-cara yang sangat elegan maka diputuskan Pak HT akan resign dari Partai Hanura," ujar Wiranto di sela-sela Rakornas Pemenangan Jokowi-JK di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2014).

Hary Tanoe diketahui ikut dalam rapat parpol koalisi pendukung pencapresan Prabowo-Hatta di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/5) lalu. Padahal diketahui Hanura sudah mengikat kerja sama dengan PDIP untuk mendukung pencapresan Jokowi-JK.

Wiranto sudah menggelar pertemuan dengan Hary Tanoe soal permintaan resign tersebut. Pertemuan dengan Hary Tanoe itu dilakukan sebelum Wiranto bertemu dengan cawapres Jusuf Kalla di Hotel Luwansa, Jakarta. Berikut penjelasang lengkap Wiranto:

Pak Hary Tanoe mempunyai posisi yang sangat berbeda antara beliau sebagai entrepreneur (pengusaha) di satu sisi dan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura. Sebagai pengusaha, maka beliau memiliki banyak sahabat.

Para sahabat itu sering bertemu Pak Hary Tanoe dan kemudian meminta dukungan dalam pencapresan ini, yaitu Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto. Karena hubungan yang sangat baik, maka Pak Hary Tanoe menyanggupi terhadap keduanya untuk dapat memberikan bantuan dalam rangka melaksanakan misi politik yang diemban keduanya.

Namun, sebagai bagian Partai Hanura yang telah memberikan komitmen penuh untuk medukung salah satu kontestan, yakni Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla, dan Pak Hary Tanoe juga sebagai bagian dari Partai Hanura, tentunya dukungan terhadap dua sahabat/dua capres tersebut tak mungkin dilakukan karena itu akan merusak reputasi Partai Hanura.

Oleh sebab itu, melalui pembicaraan yang intens, elegan, sangat terhormat, dan memahami betul etika politik, maka disepakati bahwa Pak Hary Tanoe akan secara elegan mengundurkan diri dari kegiatan politik Partai Hanura. Dengan demikian maka kewajiban untuk membantu para sahabat --sebagai seorang pengusaha—yang memang banyak sahabat tersebut dapat dilaksanakan dan sama sekali terlepas dari keterkaitan dengan Partai Hanura dan posisinya sebagai bagian dari Partai Hanura. Ini sekaligus untuk menepis berita miring yang tak dapat dipertangungjawabkan.

(trq/fdn)


Berita Terkait