Jadi Kebun Sawit, Ini Penampakan TN Tesso Nilo Riau yang Porak Poranda

Jadi Kebun Sawit, Ini Penampakan TN Tesso Nilo Riau yang Porak Poranda

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 15:44 WIB
Jadi Kebun Sawit, Ini Penampakan TN Tesso Nilo Riau yang Porak Poranda
Foto: Istimewa
Pekanbaru - Kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau sangat memprihatinkan. Puluhan ribu hektare hutan alam dibabat jadi perkebunan sawit.

Inilah penampakan kondisi TNTN dari citra satelit yang diambil World Wide Fund for Nature (WWF) 1,5 tahun lalu. Saat ini, kondisinya disebut-sebut tidak jauh berbeda. Kawasan konservasi ini tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Hutan alam yang dulunya hijau sejak dipandang mata, kini menjadi hamparan tanah gundul.

Hamparan tanah yang sudah bersih itu, rencananya akan ditanami kebun sawit. Orang menjarah lahan milik negara ini belasan tahun silam.

TNTN sebagai cagar alam seakan tanah tak bertuan. Orang ramai-ramai menjarah. Negara tak berdaya membendung lajunya penguasaan lahan oleh orang tak bertanggung jawab.

Pada foto citra satelit tampak terlihat jelas. Ada dua rumah saling berdampingan berdinding papan beratap seng berdiri di tengah kawasan TNTN. Sekitarnya tidak terlihat lagi yang namanya hamparan hutan. Batang-batang kayu alam tampak berserakan. Kawasan itu terlihat bisa bekas sisa pembakaran.

Sekitar rumah itu tampak adanya pembibitan pohon sawit yang jumlahnya ratusan batang. Ada juga tangki air untuk menyemprot pembibitan sawit dalam polibek itu.

Di sekitarnya malah masih terlihat juga adanya pohon sawit yang baru berusia setahun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di dalam kawasan hutan dengan santai menanam kebun sawit.

Kini, Kemenhut mencoba untuk meminimalisir atas penguasaan lahan secara ilegal. Lewat Balai TNTN, dalam sepekan ini melakukan operasi pencabutan pohon sawit.

Data di TNTN, dari luasan 83 ribu hektare, ada 30 ribu kebun sawit tumbuh subur di kawasan yang ada di dua kabupaten Pelalawan dan Inhu. Dalam pelaksanaan pembongkaran kebun sawit ini, tim terpadu hanya mampu mencabut pohon sawit di atas lahan seluas 180 hektare. Itu artinya, baru sebagian kecil dari luasan 30 ribu hektar kebun sawit ilegal yang ada saat ini.

Begitupun niat Kemenhut untuk mencabut seluruh pohon sawit yang ada di sana perlu diacungi jempol. Walau banyak pihak menuding pemerintah terlambat, tapi paling itu itu masih lebih baik dari pada tidak berbuat sama sekali.

"Kita akan cabut seluruh kebun sawit yang ada di TNTN tanpa ganti rugi. Pekerjaan kami tidak bisa berdiri sendiri, harus didukung semua pihak, baik TNI/Polri, Pemda dan pihak terkait lainnya," kata Kepala Balai TNTN, Tandia kepada detikcom.

Kawasan TNTN memiliki tingkat keragaman hayati sangat tinggi. Ada sekitar 360 jenis flora tergolong dalam 165 marga dan 57 suku untuk setiap hektarnya.

Tesso Nilo juga dikenal sebagai habitat bagi beraneka ragam jenis satwa liar langka, seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), berbagai jenis Primata, 114 jenis burung, 50 jenis ikan, 33 jenis herpetofauna dan 644 jenis kumbang.


(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads